Warga Palestina & Polisi Israel Bentrok di Yerusalem Saat Iduladha

Oleh: Balqis Fallahnda - 12 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Warga Muslim Palestina dan polisi Israel terlibat bentrok bertepatan dengan perayaan Iduladha 2019.
tirto.id - Warga Muslim Palestina dan polisi Israel bentrok pada Minggu (11/8/2019) bertepatan dengan perayaan hari raya Iduladha di situs suci utama kota Yerusalem. Pada minggu dini hari, umat Muslim berbondong-bondong menuju situs suci tersebut untuk melakukan ibadah salat ied.

Warga Palestina berkumpul di depan gerbang kompleks Minggu pagi setelah mendengar bahwa polisi akan mengizinkan pengunjung Yahudi untuk memasuki situs.

Polisi Israel pada awalnya melarang pengunjung Yahudi, tetapi membatalkan larangan tersebut setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan agar situs tersebut dibuka untuk pengunjung Yahudi.

Komandan polisi Distrik Yerusalem Doron Yedid mengatakan kepada media Israel bahwa keputusan untuk mengizinkan pengunjung Yahudi memasuki situs itu dibuat "dengan dukungan para pejabat politik atas."

Para pengunjuk rasa meneriakkan "Allahu Akbar" (Tuhan yang maha besar) dan melemparkan batu ke arah polisi, yang kemudian menyerbu ke dalam kompleks sambil menembakkan granat setrum dan peluru berlapis karet.

Beberapa lusin orang Yahudi memasuki situs tersebut di bawah pengawalan ketat polisi, sedangkan umat Muslim mulai melemparkan kursi dan benda-benda lainnya ke kelompok itu. Para pengunjung Yahudi meninggalkan kompleks tidak lama setelah itu.

Orang-orang Yahudi dilarang berdoa di kompleks itu di bawah peraturan lama antara Israel dan otoritas Muslim. Tradisi Yahudi juga menyatakan bahwa orang Yahudi harus menghindari memasuki situs suci tersebut.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir nasionalis agama Israel telah meningkatkan kunjungan ke situs untuk menantang peraturan itu. Ekstremis Yahudi telah menyerukan untuk menghancurkan masjid dan membangun kembali kuil Alkitab.

Orang-orang Palestina memandang kunjungan semacam itu sebagai provokasi, dan khawatir Israel berniat untuk mengambil alih situs tersebut. Pemerintah Israel telah berulang kali mengatakan tidak berniat mengubah status quo.

Dalam kejadian tersebut, petugas medis Palestina mengungkapkan setidaknya empat belas orang terluka, satu orang dalam kondisi serius. Polisi mengatakan setidaknya ada empat petugas terluka. Saksi mengatakan setidaknya dua orang ditangkap.


Yordania sebagai pemelihara situs suci itu, mengatakan pihaknya telah mengirim surat resmi kepada Israel dan mengutuk "tindakan provokasi yang tidak bertanggung jawab". Juru bicara Kementrian Luar Negeri Yordania, mengatakan "Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas kekerasan tersebut"

Hanan Ashrawi, seorang pemimpin senior di Organisasi Pembebasan Palestina, mengatakan Israel "memicu ketegangan agama di Yerusalem," dan menambahkan bahwa para pejabat Israel "bertanggung jawab penuh atas konsekuensi buruknya." demikian diwartakan APNews.

Kompleks situs suci tersebut berada di Yerusalem Timur, yang diambil Israel bersamaan dengan Tepi Barat dan Jalur Gaza dalam perang pada tahun 1967. Israel memandang seluruh wilayah Yerusalem sebagai ibu kota mereka begitu juga dengan Palestina yang menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka.

Proses perdamaian Israel-Palestina berada pada titik terburuk selama setidaknya satu dekade. Ketegangan semakin memanas sejak keputusan kontroversial Donald Trump pada tahun 2017 yang memutuskan hubungan dengan konvensi internasional dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan AS di sana. Dukungan AS kepada Israel membuat Palestina memutuskan hubungan dengan pemerintahan Trump.

Disamping itu, pada hari yang sama Minggu (11/8/2019) dalam insiden yang terpisah militer Israel mengatakan tentara telah membunuh seorang pria Palestina bersenjata, setelah dia menembaki mereka dari seberang pagar di sekitar Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengidentifikasi orang yang meninggal itu sebagai Marwan Nasser (26). Tidak jelas apakah dia adalah anggota kelompok bersenjata, dan tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, demikian sebagaimana dilaporkan The Guardian.

Baca juga artikel terkait IDUL ADHA atau tulisan menarik lainnya Balqis Fallahnda
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Yantina Debora
DarkLight