Warga Palembang Korban Asap Karhutla: Sampai Kapan Begini Terus?

Oleh: Alfian Putra Abdi - 14 Oktober 2019
Seorang warga Palembang berharap wilayahnya tidak terlalu lama diselimuti asap yang berasal dari karhutla.
tirto.id - Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak kunjung reda. Salah satunya di Palembang, Sumatera Selatan, yang pada Senin (14/10/2019) pagi tadi kualitas udaranya berada di level berbahaya (533 mikrogram/meter pukul 7, lalu naik naik jadi 835 mikrogram/meter pukul 9).

Haryanti (42), seorang warga beranak tiga, mengaku kesulitan bernapas.

"Napas jadi terbatas. Makanya enggak berani keluar rumah lama-lama," ujar warga Pipa Reja, Kemuning, Palembang itu kepada reporter Tirto, Senin (14/10/2019) jelang sore.

Dia mengatakan asap sebetulnya terlihat menipis pukul 13.40; tidak separah pagi hari. Namun tetap saja aktivitasnya terganggu, apalagi, menurutnya, "kalau sore nanti sekitar jam 5 asapnya tebal lagi."

Dia juga menduga kalau siang asap terlihat menipis karena sinar matahari. "Jadi enggak begitu kelihatan asapnya, cuma hawanya jadi panas banget sampai-sampai mata kami di dalam rumah saja perih."

Dua anaknya yang masih bersekolah dasar dan menengah pertama terpaksa libur sekolah. Namun tidak dengan anak sulungnya yang sekolah menengah atas.

"Dari TK, SD dan SMP libur. Hanya SMA saja yang tidak libur," ujarnya.

Keputusan meliburkan anak sekolah disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto. Dia tidak ingin anak-anak sekolah terkena penyakit karena asap. Untuk besok dan seterusnya, ujar Ahmad, "akan diberikan edaran lebih lanjut."

Haryanti berharap persoalan kabut asap di Palembang segera ditangani dengan baik. Dia berharap kondisi ini tidak berlarut-larut.

"Mau sampai kapan begini terus? Napas susah, mau berbuat apa pun susah," keluhnya.


Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Rio Apinino
DarkLight