Menuju konten utama

Wapres Maruf: Perubahan Iklim Tak Lepas dari Ulah Manusia Lalai

Wapres Maruf berharap adanya komitmen dan kolaborasi internasional, maka upaya mengatasi perubahan iklim dapat berjalan secara lebih baik.

Wapres Maruf: Perubahan Iklim Tak Lepas dari Ulah Manusia Lalai
Wakil Presiden Ma'ruf Amien menyampaikan pidato dalam acara eksekutif meeting Centris Democracy Internasional (CDI) di Yogyakarta, Jumat (24/1/2020). (tirto.id/Irwan A. Syambudi)

tirto.id - Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin mengatakan, perubahan iklim seperti terjadinya pemanasan global tidak lepas dari ulah manusia yang lalai dalam berinteraksi dengan alam. Ia mengajak semua pihak berpartisipasi dalam mengatasi hal ini.

“Fenomena perubahan iklim seperti terjadinya pemanasan global tidak terlepas dari ulah manusia itu sendiri, yang lalai dalam berinteraksi dengan alam atau lingkungan sekitar,” kata Wapres Maruf dalam sambutannya pada Kongres Umat Islam untuk Indonesia Lestari secara daring diikuti di Jakarta, Jumat (29/7/2022).

Wapres mengatakan masalah lingkungan hidup dan perubahan iklim menjadi isu krusial baik tingkat lokal, nasional maupun global, sehingga semua pihak dituntut berpartisipasi dalam upaya mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim.

Dia menyampaikan kerusakan lingkungan hampir terjadi di mana-mana, dan dampaknya dirasakan mulai dari tingkat lokal bahkan sampai dengan tingkat global.

Selain itu, kata dia, kerusakan lingkungan telah menjadi penyebab semakin bertambahnya kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan kekeringan.

“Data BNPB 2021 menunjukkan bahwa 99,5 persen kejadian bencana di Indonesia merupakan bencana hidrometeorologi," jelas dia.

Wapres menekankan Pemerintah Indonesia sudah berkomitmen bersama negara-negara lain dalam upaya pengurangan emisi karbon, melalui Peta Jalan Nationally Determined Contribution (NDC) 2019 dan strategi jangka panjang Pembangunan Rendah Karbon Berketahanan Iklim pada 2050.

“Selain itu Indonesia sebagai Ketua G20 tahun 2022, telah mengangkat isu perubahan iklim dengan penekanan pada skala resiliensi iklim usaha, penurunan emisi karbon dan teknologi hijau,” kata Maruf.

Dia berharap dengan adanya komitmen dan kolaborasi internasional, maka upaya mengatasi perubahan iklim dapat berjalan secara lebih baik lagi.

Meskipun demikian, Wapres Maruf menyampaikan bahwa dalam mengatasi persoalan perubahan iklim, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian.

“Diperlukan keterlibatan pemangku kepentingan yang lebih luas meliputi akademisi, dunia usaha, media massa, serta masyarakat khususnya umat Islam untuk bekerja secara kolaboratif sehingga fenomena perubahan iklim ini dapat diantisipasi dengan baik,” kata dia.

Baca juga artikel terkait PERUBAHAN IKLIM

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Abdul Aziz