Wamenkes Prediksi Kasus COVID-19 Terus Naik Hingga Pertengahan Juni

Reporter: Mohammad Bernie - 27 Mei 2021 12:38 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Wamenkes Dante memperkirakan laju peningkatan kasus COVID-19 akan mencapai puncaknya pada pertengahan Juni 2021.
tirto.id - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan tren kasus positif COVID-19 di Indonesia meningkat seiring berakhirnya libur lebaran Idulfitri 1442 H. Dante memperkirakan laju peningkatan kasus COVID-19 akan mencapai puncaknya pada pertengahan Juni 2021.

"Secara nasional, tren kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mulai meningkat sepekan usai Lebaran, walau sejak liburan Natal dan Tahun Baru 2021 sudah mulai melandai, namun ada peningkatan sedikit demi sedikit dalam sepekan usai Lebaran sekitar 32,01 persen pada sepekan terakhir," katanya dalam agenda Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/5/2021) dilansir dari Antara.

Dante melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dalam sepekan terakhir meningkat sekitar 38,08 persen. Daerah-daerah dengan tingkat penularan tinggi, seperti Kepulauan Riau yang memiliki 50-150 kasus per 100 ribu penduduk per minggu saat ini sudah menunjukkan tren peningkatan. Aceh, wilayah yang saat ini memiliki tingkat penularan 20-50 kasus per 100 ribu penduduk per Minggu juga mulai menunjukkan peningkatan. Peningkatan juga terjadi di Maluku, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara.

Pada angka kasus kematian meningkat 2,78 persen, namun masih di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekitar 2,05 persen. Delapan provinsi mengalami peningkatan kematian COVID-19 antara lain Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, DI Yogyakarta, Riau, dan DKI Jakarta. Namun Dante menyebut peningkatan kematian itu belum terlalu signifikan.

Spesimen yang diperiksa, menurut Dante juga meningkat 89,98 persen. Tingkat perawatan rumah sakit di sejumlah daerah seperti Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, dan Sumatera Barat yang saat ini berkategori tinggi yakni 10-30 perawatan per 100 ribu penduduk per minggu, juga sudah menunjukkan peningkatan.

"Namun rawat inap di rumah sakit menurun minus 0,72 persen," katanya.

Dante menjelasakan, pihaknya mengamati peningkatan kasus pasca libur panjang sebelumnya, yakni libur panjang Natal dan Tahun Baru, libur panjang Maulid Nabi, serta libur panjang Tahun Baru Islam. Hasilnya, didapati pola kasus akan memuncak pada 6-7 pekan pascapuncak mobilitas.

"Kalau melihat peningkatan kasus sesuai polanya, akan bisa teramati pada pekan ini mulai tanggal 23 hingga 28 Mei 2021 dan perkiraan enam sampai tujuh pekan itu kira-kira akan mencapai puncak pada pertengahan Juni 2021," ujar Dante.

Dante meyakini puncak kasus COVID-19 usai Lebaran tidak akan setinggi seperti pada agenda liburan sebelumnya.

"Kami ambil ancang-ancang kira-kira 50 persen. Semoga tidak setinggi pada liburan Natal dan Tahun Baru sebelumnya, karena pemerintah sudah melakukan langkah antisipasi," katanya.


Baca juga artikel terkait TREN KASUS POSITIF CORONA atau tulisan menarik lainnya Mohammad Bernie
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Mohammad Bernie
Penulis: Mohammad Bernie
Editor: Bayu Septianto

DarkLight