Waktu Buka dan Imsak Kota Denpasar dan Kab. Puncak Hari Ini, Sabtu, 25 Mei 2019

Oleh: Alexander Haryanto - 24 Mei 2019
Dibaca Normal 1 menit
Jadwal imsakiyah dan waktu berbuka puasa di Kota Denpasar dan Kab. Puncak pada puasa 20 Ramadan 1440H atau hari ini Sabtu, 25 Mei 2019 dapat dicek di Tirto.id. Selain itu, Tirto.id menginformasikan tempat ngabuburit favorit di Kota Denpasar dan Kab. Puncak berikut dengan menu buka dan sahur di dua kota tersebut.
tirto.id - Ibadah puasa ke-20 umat muslim di Kota Denpasar dan Kab. Puncak pada hari ini Sabtu, 25 Mei 2019 bertepatan dengan 20 Ramadan 1440H.

Warga muslim dan musafir Kota Denpasar sembari menunggu waktu buka atau sahur dapat mengunjungi lokasi favorit di Kota Denpasar. Salah satu tempat yang asyik di Kota Denpasar antara lain Mangrove Information Center, Taman Udayana.

Makanan dan minuman seperti sate lilit, nasi jinggo, nasi tepeng, sate plecing, tum ayam, komoh, rujak bulung, sate kakul, lawar menjadi beberapa menu bebuka maupun sahur di Kota Denpasar.

Saat adzan berkumandang, warga muslim atau para musafir yang sedang di Kota Denpasar dapat melakukan ibadah sholat subuh di Masjid Raya Ukhuwwah, Masjid Al-Ikhlas, Masjid Darul Huda.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini jadwal buka-imsak untuk Kota Denpasar:







Sementara untuk Kab. Puncak, umat muslim di kota ini dapat ngabuburit di Masjid Al Mujahidin. Makanan atau minuman seperti Papeda, ikan bakar, sagu, udang selingkuh, ikan bungkus menjadi salah satu menu khas di Kab. Puncak, yang dapat jadi pilihan kuliner saat berbuka maupun santap sahur.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini jadwal buka-imsak untuk Kab. Puncak:







Selain mengetahui waktu imsak, perlu kiranya umat muslim memahami keutamaan sholat tarawih. Menurut kitab Durratun Nasihin keutamaan shalat tarawih di bulan Ramadhan seperti diriwayatkan Ali bin Abi Thalib ra. Bahwasannya Rasulullah SAW pernah ditanya seseorang mengenai fadhilah (keutamaan) sholat tarawih di bulan Ramadhan, maka beliau berkata “(fadhilah tarawih) di malam hari, maka beliau berkata “(fadhilah tarawih) di malam Ramadan ke-20 adalah diberikan kepadanya pahala orang-orang yang mati syahid dan para shalihin..

Sebagai pelengkap ibadah Ramadan, berikut tausiah harian yang dikutip dari situs Nahdatul Ulama (NU).

Kebebasan yang dimiliki manusia, bila tidak terkendalikan, dapat menghambat pelaksanaan fungsi dan peranan yang harus diembannya. Kenyataan menunjukkan bahwa orang-orang yang memenuhi syahwat perutnya melebihi kadar yang diperlukan, bukan saja menjadikannya tidak lagi menikmati makanan atau minuman itu, tetapi juga mengganggu aktivitas lainnya. Ia bisa lesu sepanjang hari.

Syahwat seksual juga demikian. Semakin hasrat itu dipenuhi, manusia semakin haus dan ingin mengulanginya terus-menerus.

Betapa pun besarnya potensi dan daya manusia, ia memiliki keterbatasan. Sehingga apabila aktivitasnya telah digunakan secara berlebihan ke arah tertentu yang bersifat fisik belaka, maka dimensi mental dan spiritualnya akan terabaikan. Di sinilah pengendalian diri diperlukan.

Karena itu esensi puasa sebenarnya adalah menahan atau mengendalikan diri. Pengendalian ini diperlukan oleh manusia, baik secara individu maupun kelompok. Termasuk juga mengendalikan diri untuk tidak mengumbar ujaran kebencian dan menyebarkan informasi-informasi hoaks di media sosial.

Penulis: Fathoni

Sumber: NU Online http://www.nu.or.id/post/read/105787/esensi-puasa-pengendalian-diri

EMBED_NU

Baca juga artikel terkait JADWAL SHOLAT atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - )

Reporter: Alexander Haryanto
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH