Menuju konten utama

Wakil Ketua KPK Sindir ICW: Mereka Paling Hebat, Cerdas, dan Benar

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango menyidir balik ICW. Menurutnya ICW "paling benar."

Wakil Ketua KPK Sindir ICW: Mereka Paling Hebat, Cerdas, dan Benar
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengikuti upacara pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

tirto.id - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango tidak terima dengan pernyataan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang mengatakan lima komisioner baru adalah yang "paling buruk sepanjang sejarah KPK."

ICW adalah salah satu LSM yang paling getol bersuara saat proses pemilihan komisioner KPK periode 2019-2023.

"Luar biasa ICW di era Bung Kurnia (Kurnia Ramadhana, peneliti ICW), mampu menilai kami sebagai yang terburuk di saat kami belum bekerja," ujarnya, Senin (30/12/2019).

Ahad (29/12/2019) lalu, Kurnia mengatakan lima komisioner KPK baru-- Firli Bahuri, Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, Alexander Marwata, dan Nurul Ghufron--dipilih berdasarkan proses seleksi yang tidak baik. Orang-orang ini lolos karena "disponsori langsung oleh Istana atau Presiden Joko Widodo dan juga anggota DPR periode 2014-2019 dan 2019-2024 mendatang."

Secara khusus Kurnia menyoroti Firli Bahuri, Ketua KPK, yang menurutnya "memiliki catatan di masa lalu." Ia menyebut Firli "terduga pelanggar kode etik" saat menjabat Direktur Penindakan KPK.

Nawawi lantas menyindir ICW yang menurutnya "paling hebat dan paling cerdas dan paling benar."

Ia bahkan mengatakan "tidak akan ikut bersama dalam forum" jika salah satu pembicaranya adalah orang ICW. Dengan nada menyindir, dia mengatakan KPK belum pantas bersanding dengan ICW. "Karena rasanya malu," katanya.

Pemerintah pun merespons keraguan terhadap pimpinan baru KPK yang sebenarnya tak hanya diutarakan ICW. Kamis (26/12/2019) lalu, Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan sangat wajar kerja pimpinan baru KPK diragukan. Itu sudah terjadi sejak bertahun-tahun yang lalu.

"KPK itu sejak awal ketika memilih orang itu selalu diragukan. Angkatan pertama dulu orang berharap agar yang menjadi ketua KPK itu adalah Marsilam Simanjuntuk tapi DPR memilih Ruki," kata Mahfud.

"Pada saat Agus Raharjo terpilih 4 tahun lalu, orang ragu 'Ini orang apaan. Ini paket politik yang akan menyebabkan KPK lemah, itu Agus Raharjo, Saut Situmorang, Basaria Panjaitan, Alex Marwata, Laode Syarif," tambahnya.

Baca juga artikel terkait KOMISIONER KPK atau tulisan lainnya dari Alfian Putra Abdi

tirto.id - Hukum
Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Rio Apinino