Wagub DKI Puji Rizieq di Tengah Kerumunan Massa Perayaan Maulid

Oleh: Riyan Setiawan - 13 November 2020
Dibaca Normal 1 menit
Menurut Wagub DKI Riza Patria salah satu ulama yang mengikuti jejak Rasulullah adalah Rizieq Shihab.
tirto.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menghadiri acara salat Subuh berjamaah sekaligus perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (13/11/2020).

Namun, dalam kegiatan tersebut terpantau warga yang hadir berkerumun dan tidak menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19 seperti menjaga jarak minimal satu meter.

Kehadiran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dalam acara ini juga menjadi penyebab ramainya pengunjung yang hadir.

Riza mendapatkan kesempatan untuk memberikan sambutan. Politikus Partai Gerindra itu menceritakan tentang kisah hidup Nabi Muhammad SAW yang penuh dengan suri tauladan yang baik. Mulai dari pola makan, menjaga kesehatan, kebersihan, hingga berpuasa Senin dan Kamis.

Dia pun menyebutkan salah satu ulama yang mengikuti jejak Rasulullah adalah Rizieq Shihab.

"Tanda ulama yang mengikuti Nabi Muhammad SAW adalah ulama yang selalu memikirkan umatnya, mengajak jalankan salat, menegakan kebenaran dan keadilan sebagaimana ulama kita Habib Rizieq Shihab dan ulama-ulama lainnya. Semoga kita semua meneladani Rasullah SAW," kata Riza di acara tersebut.

Mantan anggota DPR RI ini pun meminta kepada para warga yang datang untuk meningkatkan ilmu, sedekah, kebersihan hati, ibadah, dan berbhakti kepada orang tua sebagaimana yang pernah diajarkan oleh Rasulullah.

"Yang paling utama akhlak kita harus meningkat," ucapnya.

Selain acara Maulid Nabi dan salat subuh berjamaah, Riza juga menghadiri rangkaian pernikahan cucu dari Abdulah Ali bin Abdurahman Asegaf.

"Kita berharap dan berdoa semoga kita semua mendapat syafa'at dari Muhammad SAW," ujarnya.

Terkait dengan banyaknya warga yang hadir dalam acara tersebut tanpa menerapkan protokol kesehatan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Arifin mengatakan kegiatan Maulid Nabi dan peringatan-peringatan keagamaan lainnya tidak dilarang oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI selama masa pandemi COVID-19.

Namun, dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan 3M: Menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Berdasarkan pantauan Tirto, terjadi kerumunan yang begitu padat dalam acara tersebut dan tidak menerapkan jaga jarak minimal 1 meter sebagaimana yang diatur dalam PSBB DKI.

Arifin tak menyatakan secara tegas akan memberikan sanksi kepada panitia penyelenggara dan warga yang telah melanggar protokol kesehatan tersebut. Dia berdalih hanya akan memberikan edukasi kepada mereka.

"Jadi kepatuhan menjalankan perintah agama juga bisa dilaksanakan, tetapi seiring dengan itu kita juga harus memperhatikan protokol kesehatan, keselamatan dan sebagainya, itu selalu kami sampaikan," kata Arifin kepada wartawan, Jumat (13/11/2020).

Dia hanya mengatakan agar panitia penyelenggara dan warga yang mengikuti kegiatan Maulid Nabi atau acara keagamaan lainnya dapat menerapkan protokol kesehatan.

"Mudah-mudahan untuk kegiatan-kegiatan berikutnya lalu panitia dan semua yang hadir juga memperhatikan protokol kesehatan," ucapnya.



Baca juga artikel terkait PERAYAAN MAULID NABI atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Bayu Septianto
DarkLight