Menuju konten utama

Wacana Reshuffle Kabinet Jokowi Dinilai akan Menguntungkan PAN

Wasisto menilai potensi tukar guling jabatan menteri dari kader partai lain untuk PAN bertujuan menghindari kejenuhan di internal koalisi.

Wacana Reshuffle Kabinet Jokowi Dinilai akan Menguntungkan PAN
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan, pada pertemuan tertutup di Ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/10/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama.

tirto.id - Peneliti Riset Politik - Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRP-BRIN) Wasisto Raharjo Jati merespons wacana reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang menyeruak belakangan ini. Menurutnya akan ada perubahan seiring dengan bergabungnya PAN dalam jajaran partai koalisi.

"Pengurangan kuota menteri dari kalangan profesional untuk mengakomodasi kader PAN untuk jadi menteri," kata dia saat dihubungi reporter Tirto, Selasa (28/9/2021).

Potensi tukar guling jabatan menteri dari kader partai lain untuk PAN, menurut Wasisto, bertujuan menghindari kejenuhan di internal koalisi. Terlebih lagi saat ini semua partai sedang menyongsong Pemilu 2024, sehingga diduga untuk meminimalisir manuver para menteri dari partai saat ini.

"Berkurangnya jatah menteri dari parpol koalisi sekarang sebagai bentuk 'reward and punishment' dengan digantikan kader PAN," ujarnya.

Namun menurut Wasisto, masuknya PAN dalam jajaran koalisi akan menjadi tantangan. Mengingat corak ideologis PAN yang mengarah ke politik Islam, tentu berbeda dengan mayoritas partai dengan nasionalis-pluralis yang ada di koalisi.

"Secara politis, ini jelas langkah strategis untuk mengamankan suara untuk pengajuan setiap kebijakan pemerintah di DPR. Namun, secara ideologis, masuknya PAN ini berpotensi menciptakan rivalitas ideologi internal," kata dia.

Presiden Jokowi dikabarkan akan melaksanakan perombakan kabinet pada 29 September 2021. Meski demikian, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman belum bisa memastikan kabar tersebut.

"Kalau ada reshuffle tentu presiden sendiri yang mengumumkan. Karena itu hak prerogatif presiden," ujarnya kepada wartawan.

Baca juga artikel terkait RESHUFFLE KABINET atau tulisan lainnya dari Alfian Putra Abdi

tirto.id - Politik
Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Abdul Aziz