Wabah COVID-19 Bisa Mengubah Industri Sepakbola Menurut David Moyes

Oleh: Ikhsan Abdul Hakim - 25 April 2020
Dibaca Normal 1 menit
Pandemi COVID-19 berdampak serius ke sepakbola hingga liga-liga top Eropa terpaksa menagguhkan kompetisi.
tirto.id - Manajer West Ham United, David Moyes berbicara kemungkinan pandemi Coroavirus mengubah industri sepakbola. Menurutnya, krisis akibat virus seharusnya membuat cara pengelolaan kompetisi dan manajemen klub dipikirkan ulang.

"Saya harap kita semua menoleh ke belakang dan berpikir 'mungkin kita terlalu memanjakan diri'," ucap Moyes dalam koferensi video sebagaimana dikutip Antara.

"Orang-orang yang mengelola klub sepakbola harus mencermati [krisis akibat virus] dan berkata, 'Seandainya hal seperti ini terjadi lagi di kemudian hari, akankah kita bertahan dan melewatinya?'" lanjut eks juru taktik Manchester United ini.

Pandemi COVID-19 berdampak serius ke sepakbola hingga liga-liga top Eropa terpaksa menagguhkan kompetisi. Eredivisie Belanda bahkan memutuskan musim 2019/2020 ditiadakan.

Sejumlah klub Premier League pun melaporkan mengalami masalah finansial akibat pandemi. Akibatnya, sejumlah klub memutuskan memotong gaji pemain, staf papan atas, atau jajaran direktur. Newcastle United dan Norwich City bahkan memutuskan merumahkan karyawan dan menggunakan dan bantuan pemerintah.

Klub yang dilatih Moyes, West Ham sendiri mengumumkan batal menggelar tur ke Australia akibat pandemi. Bersama Crystal Palace, The Hammers mengumumkan bahwa kompetisi pramusim pada Juli 2020 mendatang resmi ditunda. Sedianya, Palace dan West Ham akan berlaga di Queensland bersama klub domestik Brisbane Roar.

Serangkaian dampak tersebut membuat Moyes mendorong pembenahan industri sepakbola. "Kita punya banyak uang yang masuk dari berbagai penyedia. Dan dari sudut pandang itu, kita harus memastikan bahwa kita melakukan hal-hal yang benar. Kita juga harus memastikan para pemain terlindungi," pungkas manajer berkebangsaan Skotlandia tersebut.

Moyes sendiri mengisi waktu karantina (lockdown) nasional dengan menjadi relawan pengantar sayur. Pria berusia 56 tahun ini mengantar buah dan sayur-mayur kepada orang-orang di lingkungan rumahnya.

"Ketika awal virus menyebar, saya berada di toko penjual buah dan sayuran di desa sini. Toko ini membutuhkan sopir untuk mengantar buah dan sayuran, saya pun menjadi sopir untuk mengirim buah dan sayuran ke semua orang di lingkungan sini," ucap Moyes dikutip laman resmi West Ham.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Ikhsan Abdul Hakim
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Ikhsan Abdul Hakim
Penulis: Ikhsan Abdul Hakim
Editor: Yantina Debora
DarkLight