Video Rizieq Shihab Konferensi Pers Viral, FPI: Itu Acara Tahlilan

Oleh: Andrian Pratama Taher - 8 November 2018
Dibaca Normal 1 menit
"Itu video peristiwanya lebih kurang 2-3 minggu lalu, acara tahlilan untuk besan HRS yang wafat," kata Munarman.
tirto.id - Nama Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab kembali muncul ke permukaan. Rizieq ditangkap otoritas Arab Saudi akibat memasang bendera gerakan ekstrimis. Belum sampai sepekan, beredar video Rizieq Shihab sedang berbicara di depan khalayak. Namun, video tersebut diduga bukan berkaitan dengan insiden penangkapan Rizieq oleh otoritas Arab Saudi.

Juru Bicara Front Pembela Islam Munarman membenarkan isi video tersebut memang pernyataan Rizieq Shihab. Meski Munarman menyanggah isi video tersebut bukan berkaitan dengan konferensi pers yang disebut-sebut dalam twitter Rizieq.

"Itu video peristiwanya lebih kurang 2-3 minggu lalu, acara tahlilan untuk besan HRS yang wafat," kata Munarman kepada Tirto, Kamis (8/11/2018).

Saat itu, Rizieq sedang berbicara dengan WNI yang datang umrah. Kebetulan, WNI yang datang merupakan jemaah Rizieq.

Munarman pun menjawab maksud pihak yang dimaksud Rizieq adalah pihak yang kalah dalam Pilkada Jakarta. Mereka pun tidak akan tinggal diam dengan upaya intelijen kepada Rizieq.

"Tentu kita lakukan kontra intelijen," sebut Munarman.

Isi video tersebut dibenarkan oleh pengacara Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro. Namun, ia tidak bisa menginformasikan isi utuh video tersebut. Pria yang juga Ketua Advokasi FPI ini pun tidak mengetahui detail kapan video itu dibuat.

"Saya nggak tahu persis. Karena urusan banyak yang pasti saya nggak ngecek ke beliau," kata Sugito kepada Tirto, Kamis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tirto, beredar video berdurasi 5 menit 24 detik di media sosial. Video tersebut berisi tentang pernyataan Rizieq yang menyebut tidak mempunyai masalah dengan otoritas Arab Saudi.

Video tersebut terlihat terpotong karena tidak memberikan penjelasan maksud isi pertemuan. Namun, Rizieq menyinggung ada operasi intelijen kepadanya dalam video tersebut dan perlakuan pemerintah Arab Saudi kepadanya.

"Terus terang pemerintah Saudi selama ini memperlakukan kita dengan baik, dengan bagus tidak ada masalah. ini semua masalah datang bukan dari pemerintah Saudi, dari negeri kita yang memberi masukan-masukan lewat operasi intelijen hitam yang ingin menghancurkan kita. Pemerintah sini tidak masalah," kata Rizieq dalam video tersebut.

Selain itu, Rizieq dalam video tersebut menuding adanya dugaan pelaku yang melakukan operasi intelijen kepadanya. Mantan Ketua FPI itu menyebut kalau operasi intelijen dilakukan untuk membungkamnya di luar negeri. Rizieq menyinggung banyaknya politisi datang ke kediamannya.

"Yang buat kita susah rezim yang masih tidak puas, yang ingin balas dendam politik kepada saya karena jagoannya kalah dalam Pilkada Jakarta. Itu aja. Mereka sakit hati, jagoannya kalah," sebut Rizieq.

Baca juga artikel terkait RIZIEQ SHIHAB atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri
DarkLight