Periksa Fakta

Video Rekayasa Barrack Obama Membuang Bingkisan Kado dari Trump

Oleh: Irma Garnesia - 12 Juni 2020
Dibaca Normal 1 menit
Video cuplikan yang menampilkan Barrack Obama membuang bingkisan kado yang diserahkan Melania Trump merupakan video rekayasa.
tirto.id - Seiring dengan gencarnya kampanye Black Lives Matter (BLM) di Amerika Serikat, dalam beberapa pekan terakhir video dan gambar terkait Barrack Obama dan Donald J. Trump kembali banyak beredar di berbagai platform. Video dan gambar tersebut tidak hanya ramai tersebar di YouTube, namun juga melalui aplikasi pesan instan WhatsApp.

Salah satunya video yang beredar adalah video yang menunjukkan adegan penyambutan Barrack Obama terhadap Donald Trump di Gedung Putih beberapa saat menjelang inagurasi Trump sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45 pada 20 Januari 2017.

Beberapa akun YouTube yang membagikan video itu adalah akun Blogs Vlogs pada 6 Juni 2020 (arsip), ClickLikeClip pada 28 Januari 2017 (arsip), dan बॉलीवुड बकर pada 1 Maret 2017 (arsip). Video yang dibagikan akun-akun tersebut durasinya bervariasi, antara 9 detik, 10 detik, hingga 28 detik.

Video cuplikan itu menampakkan Michelle Obama yang menerima hadiah yang dibungkus kotak berwarna hijau tosca dari Melania Trump. Michelle kemudian dengan canggung memberikan kotak tersebut ke suaminya, dilanjutkan dengan Obama berbalik dan berjalan ke arah belakang sembari membawa bingkisan itu.

Pada saat itulah, video cuplikan ini menampilkan adegan Obama melempar kotak hadiah tersebut sementara Trump, Melania, dan Michelle tengah berfoto di depan Gedung Putih.


Penelusuran Fakta

Berdasarkan penelusuran yang Tirto lakukan, video tersebut merupakan video yang telah direkayasa. Pada Januari 2018, Michelle Obama sendiri telah mengungkapkan isi dari kotak hadiah yang diberikan Melania.

Bingkisan tersebut berisi bingkai foto, seperti dilaporkan New York Times. Michelle mengatakan hal itu di acara Ellen DeGeneres Show. Ia mengatakan bahwa bingkai foto tersebut merupakan bingkai foto yang indah.

The Guardian juga telah mempublikasikan momen penyambutan itu dalam video pada Januari 2017. Berdurasi 1:10 menit, video tersebut menunjukkan Obama memberi hadiah tersebut ke salah satu staf, alih-alih melempar kotak hadiah tersebut.

Video palsu ini kembali ramai dibagikan seiring dengan ramainya demonstrasi Black Lives Matter di Amerika Serikat baru-baru ini. Terkait aksi BLM ini, Barrack Obama sendiri turut membagikan perspektifnya lewat sebuah artikel di akun Medium miliknya.

Dalam artikel berjudul “How to Make this Moment the Turning Point for Real Change" itu, Obama menuliskan bahwa pembunuhan terhadap George Floyd seharusnya tidak terjadi di AS pada 2020 dan bahwa institusi kepolisian memerlukan reformasi.

Sebagai catatan, protes massal yang masif terjadi di Amerika Serikat dan sejumlah negara di dunia setelah kematian George Floyd pada 25 Mei lalu.


Sementara itu, Trump menunjukkan respons yang berbeda terhadap aksi tersebut. Trump mengunggah video terkait George Floyd dan aksi protes BLM di akun YouTube miliknya. Video yang sama diunggah oleh akun resmi kampanye Trump @TeamTrump di Twitter kendati video itu kemudian dinonaktifkan oleh Twitter pada 4 Juni karena melanggar hak cipta.

Sam Koolaq, seorang pengacara di California yang meminta video tersebut diturunkan, enggan mengungkapkan identitas kliennya yang menuntut hak cipta atas video tersebut. Sam mengatakan lewat email pada Usnews.com bahwa ia juga meminta platform YouTube, Facebook, dan Instagram untuk menurunkan video yang sama.

Video berdurasi 3:42 menit tersebut merupakan potongan-potongan foto dan video dari aksi demonstrasi Black Lives Matter: video gedung yang dirusak, dan aksi vandalisme lainnya yang digabung dengan suara piano halus dengan suara pernyataan Trump yang mengisi suara latar dari video itu.

Tak hanya Trump, akun @WhiteHouse juga dianggap melanggar aturan Twitter terkait glorifikasi terhadap kekerasan (arsip).

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa video Obama membuang bingkisan dari Melania Trump tersebut merupakan video rekayasa dan berisi informasi yang salah (false).


Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Irma Garnesia
(tirto.id - Politik)

Penulis: Irma Garnesia
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara
DarkLight