Vans Diprotes Usai Eliminasi Desain Sepatu Soal Demo Hong Kong

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 8 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Vans diprotes karena mengeleminasi desain sepatu yang menyinggung unjuk rasa anti-pemerintah kota Hong Kong.
tirto.id - Produsen sepatu Vans diprotes karena mengeleminasi desain sepatu yang menyinggung demonstrasi di Kota Hong Kong. Desain itu ditampilkan dalam kompetisi desain sepatu yang diadakan Vans.

Dilansir CNN, keputusan Vans untuk menarik desain yang bertemakan anti-pemerintahan tersebut disambut dengan kemarahan di media sosial. Banyak pengguna mulai mengunggah video melemparkan sepatu Vans mereka ke tempat sampah, dan beberapa membakarnya.

Lomba desain ini diadakan setiap tahun. Sebuah kompetisi budaya yang mengundang masyarakat untuk membuat desain sepatu mereka sendiri. Pemenang suara online akan menerima 25 ribu dolar AS dan desain mereka diproduksi oleh Vans.

Setelah voting dibuka pada minggu lalu, salah satu desain langsung mendapatkan banyak suara, sekitar 10 ribu suara, yaitu desain yang menggambarkan demonstrasi Hong Kong yang berlangsung berbulan-bulan.

Desain tersebut dimasukkan ke kompetisi oleh Naomiso, seorang yang berbasis di Kanada. Desain tersebut menggambarkan bunga bauhinia merah yang juga terdapat di bendera Hong Kong dan payung kuning yang menjadi lambang pergerakan massa pro-demokrasi pada 2014 silam.

Pada sisi sepatu sneakers menunjukkan kerumunan demonstran mengenakan masker gas dan topi pelindung.

Sabtu (5/10/2019), ketika masa voting masih dibuka seminggu ke depan, desain tersebut sudah dihapuskan dari laman kompetisi. Lewat laman facebook Vans, mereka menuliskan, "beberapa submisi aetistik dihapuskan [...] untuk menegakkan tujuan budaya adat."

Selain massa, toko-toko di Hong Kong juga melakukan gerakan penolakan ke Vans. DaHood, sebuah jaringan toko lokal menangguhkan penjualan produk Vans di tiga cabang tokonya di Mong Kok pada Sabtu (5/9), South China Morning Post melaporkan.

Dream Sneakers HK di Kwun Tong, sebuah distrik di Kowloon Timur juga menghapus stok Vans dari tokonya, termasuk pakaian dan kaus kaki. Seorang juru bicara mengatakan perusahaan siap rugi karena langkah tersebut.

Second Kill, sebuah distro di Mong Kok juga mengumumkan lewat akun sosial media, mereka berhenti menjual produk-produk Vans dan menyatakan,"Kreativitas adalah salah satu kunci menyelesaikan masalah sosial, baik kreativitas maupun opini publik tidak dapat dihapuskan."

Unjuk rasa empat bulan berturut-turut di Hong Kong menyatakan ketidakpuasan mereka atas pemerintahan Cina, memberikan dampak terhadap perdagangan, bisnis ritel, dan pariwisata kota administratif tersebut.

Entitas AS selain Vans juga tengah menghadapi protes di belahan dunia lain. National Basketball Association menghadapi kritik di Cina setelah manajer umum, Houston Rockets muncul untuk mendukung para pengunjuk rasa, Bloomberg mewartakan.

Sementara itu, demonstran Hong Kong meminta Starbucks Corp membatalkan waralabanya di Beijing. Ritel fesyen Levi Strauss & Co. juga harus menutup toko yang berlokasi di Hong Kong untuk sementara.


Baca juga artikel terkait DEMO HONG KONG atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Hobi)

Kontributor: Anggit Setiani Dayana
Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight