Menuju konten utama

Vaksinasi di Jateng Baru 18%, Ganjar Berdalih Stok Tak Banyak

Menurut Ganjar rendahnya capaian vaksinasi di Jawa Tengah karena stok vaksin dari pusat untuk Jateng belum tercukupi.

Vaksinasi di Jateng Baru 18%, Ganjar Berdalih Stok Tak Banyak
Sejumlah pelajar mengikuti vaksinasi COVID-19 di SMA Negeri 3 Solo, Jawa Tengah, Rabu (4/8/2021). ANTARA FOTO/Maulana Surya/aww.

tirto.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan program vaksinasi COVID-19 di Jawa Tengah baru mencapai 18,83 persen dari yang ditargetkan. Sasaran atau target vaksinasi sebanyak 28 juta warga, namun saat ini baru ada 5,4 juta orang di Jawa Tengah yang sudah divaksin.

"Saat ini vaksin 18,83 persen dosis pertama, dosis kedua 10,55 persen. Vaksin dosis pertama 5,4 juta, yang kedua 3 jutaan. Dari target seluruhnya 28 juta. Jadi masih panjang sekali, makanya kita minta dari pusat untuk melakukan percepatan," kata Ganjar dalam keterangan resmi, Jumat (6/8/2021).

Hal itu disampaikan Ganjar saat meninjau vaksinasi COVID-19 di GOR Satria Kabupaten Banyumas hari ini. Ia mengatakan rendahnya capaian vaksinasi karena stok vaksin dari pusat untuk Jateng belum tercukupi.

"Kami terus melakukan percepatan. Setiap datang kiriman vaksin, langsung kami distribusikan dan di daerah langsung disuntikkan. Banyumas bagus, berapa saja kiriman vaksin mereka pasti siap menghabiskan. Maka saya sudah komunikasi dengan Menteri Kesehatan, agar vaksinasi di Jateng dilakukan akselerasi," katanya.

Pihaknya sudah menyiapkan berbagai skenario untuk percepatan vaksinasi. Sebab ada informasi, September atau Oktober 2021 akan datang vaksin dalam jumlah besar.

"Kami sudah siapkan seluruh faskes termasuk kantor desa/kelurahan sebagai tempat vaksinasi. Saya sudah komunikasi dengan kades-kades itu dan mereka siap semuanya. Termasuk saya komunikasi dengan TNI/Polri agar kantor-kantor Koramil/Polsek bisa dipakai, agar tidak menimbulkan kerumunan," jelasnya.

Meski dilakukan percepatan, Ganjar meminta semua pemerintah daerah untuk disiplin mengisi aplikasi Smile. Sebab kalau tidak, maka stok vaksin di daerah dinyatakan masih banyak.

"Sebab kalau tidak, maka pusat tidak akan mengirim vaksin. Jadi tolong itu juga diperhatikan. Saya juga minta vaksinasi diprioritaskan untuk para lansia," katanya.

Para pelajar, kata Ganjar sudah sangat antusias divaksin, sebab mereka sudah rindu untuk belajar di sekolah. Namun, Ganjar tetap meminta agar lansia dan pra lansia yang diperioritaskan mendapatkan vaksin COVID-19.

Baca juga artikel terkait VAKSINASI COVID-19 atau tulisan lainnya dari Irwan Syambudi

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Bayu Septianto