Menuju konten utama
Reisa Broto Asmoro:

Vaksinasi COVID-19 Bukan Penyebab Gangguan Ginjal Akut pada Anak

Jubir Pemerintah Reisa Broto Asmoro menekankan vaksinasi COVID-19 terhadap ibu menyusui bukan penyebab terjadinya gangguan ginjal akut pada anak.

Vaksinasi COVID-19 Bukan Penyebab Gangguan Ginjal Akut pada Anak
Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro menjawab pertanyaan saat wawancara di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Jumat (12/6/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

tirto.id - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro menekankan vaksinasi COVID-19 terhadap ibu menyusui bukan penyebab terjadinya gangguan ginjal akut pada anak.

“Itu tidak benar alias hoaks saja. Meskipun bagi ibu hamil dan ibu menyusui telah melakukan vaksinasi, tapi tidak ada hubungannya dengan gagal ginjal akut pada anak ya,” kata Reisa dikutip dari Antara, Selasa (8/11/2022).

Reisa menjelaskan vaksin COVID-19 tidak mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang diduga terkait gangguan ginjal akut pada anak. Ia menyebut gangguan ginjal akut diduga akibat cemaran kedua kandungan tersebut dalam obat sirop atau cair.

Dengan demikian, Reisa menyatakan vaksin COVID-19 aman bagi seluruh masyarakat. Vaksin COVID-19 terbuktibermanfaat bagi imunitas tubuh dan sudah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Reisa mencatat tren kasus positif positif maupun kematian mulai kembali mengalami kenaikan. Ia mendorong masyarakat agar peduli terhadap kesehatan dirinya dan orang di sekitarnya dengan segera mendapatkan vaksin COVID-19 di fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Dibanding mengkhawatirkan hoaks yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, Reisa mendorong semua pihak menggenjot cakupan vaksinasi booster yang baru 27,86 persen per 6 November 2022. Capaian itu masih jauh dari target yang ditentukan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni 50 persen.

Reisa menilai vaksinasi COVID-19 dapat menahan laju kasus COVID-19 dan keterisian tempat tidur di rumah sakit (BOR). Hal itu lantaran masyarakat telah memiliki antibodi yang tinggi dan sanggup melawan virus dalam tubuh.

“Ini harus disemangati kembali, bagi semuanya yang belum melengkapi dengan vaksinasi booster, ayo segera melengkapi. Kita butuh kerja sama semua pihak, termasuk kesadaran diri kita sendiri dan sekitar untuk segera menyukseskan target ini,” ujar dia.

Reisa meminta masyarakat agar tidak mengabaikan bahaya dari COVID-19 meski subvarian Omicron XBB memberikan gejala yang lebih ringan terhadap pasien. Subvarian baru tersebut telah ditemukan di 28 negara.

Baca juga artikel terkait VAKSINASI COVID-19

tirto.id - Kesehatan
Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan