Usut Kejadian di Kiwirok, Komnas HAM Terjun ke Lokasi Perkara

Oleh: Adi Briantika - 10 November 2021
Dibaca Normal 1 menit
Komnas HAM menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan peristiwa di Kiwirok dan beberapa distrik lainnya.
tirto.id - Komnas HAM menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan peristiwa di Kiwirok dan beberapa distrik lainnya. Tim terdiri dari Komnas HAM RI dan Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua.

Kini mereka berada di Distrik Oksibil dan berkeinginan menuju Kiwirok guna memperjelas pengusutan perkara.

"Kami sudah sampaikan harapan kami agar bisa ke Kiwirok kepada beberapa elemen masyarakat, termasuk pada Pemda,” ucap Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM M. Choirul Anam, Rabu (10/11/2021).

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka mengaku membakar fasilitas publik di Distrik Kiwirok dan Distrik Okhika, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada 13 dan 14 September 2021 lalu.

Bangunan yang disasar oleh kelompok pro kemerdekaan Papua di Kiwirok yakni kantor distrik, Kantor Kas Bank Papua Kiwirok, Puskesmas Kiwirok, rumah dokter dan guru, barak tenaga kesehatan, SD Inpres, dan pasar. Sembilan tenaga kesehatan jadi korban dalam kejadian tersebut.

Sementara di Okhika, kelompok bersenjata membakar puskesmas, perumahan tenaga kesehatan, bangunan SD dan SMP, rumah guru serta balai kampung, pada 14 September.

"Fasilitas Pemerintah Indonesia berbagai jenis bangunan dibakar total oleh pasukan Kodap Ngalum Kupel dan (kami) siap bertanggung jawab," ujar Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom, Jumat (17/9).

Ia membenarkan bahwa ada personel kelompoknya yang tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan Indonesia di Kiwirok, yakni Elly M Bidana selaku Komandan Operasi Batalion III.

Nakes jadi Korban


Sembilan tenaga kesehatan yang bertugas di Kiwirok jadi korban, yaitu dokter Restu Pamanggih, Marselinus Ola Attanila, Manuel Abi, Martinus Deni Satya, Lukas Luji, Patra, Siti Khodijah, Katrianti Tandila, dan Christina Sampetonapa sudah dievakuasi ke Jayapura. Mereka trauma akibat peristiwa tersebut.

Dokter Restu Pamanggih yang mengalami fraktur di bagian tangan, sedangkan suster Gabriela Meilani meninggal akibat penyerangan tersebut. Tubuhnya diangkat dari jurang. Lantas dalam penyelidikan Komnas HAM saat ini mereka berencana meminta keterangan para tenaga kesehatan.

"Ini bagian dari proses awal pendalaman keterangan yang telah didapat, khususnya dari para nakes,” kata Staf Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua Melky, hari ini.


Baca juga artikel terkait PAPUA atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Bayu Septianto
DarkLight