Usai Reuni 212 Terjadi Kemacetan di Ruas Jalan Sekitar Monas

Oleh: Riyan Setiawan - 2 Desember 2019
Sejumlah jalan di sekitar Monas terpantau padat setelah acara Reuni 212 selesai.
tirto.id - Acara Reuni 212 diselenggarakan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019). Kegiatan tersebut selesai sekitar pukul 08.30 WIB dan massa langsung keluar dari area Monas.

Mereka ada berjalan kaki bersama kelompoknya maupun mengendarai kendaraan sepeda motor.

Berdasarkan pantauan Tirto sekitar pukul 08.30 WIB, terjadi kemacetan di beberapa titik. Seperti di daerah Tugu Tani. Puluhan kendaraan bermotor dan mobil mengantre hingga depan Gedung Joeang 45, Jakarta Pusat.

Kemacetan juga terjadi di sekitar Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Sejumlah massa dengan mengenakan busana putih-putih terlihat berjalan kaki di wilayah itu, tapi beberapa di antaranya mengendarai sepeda motor.

Beberapa peserta Reuni 212 yang berjalan kaki terlihat memasuki Stasiun Gondangdia. Namun belum terlalu tampak tumpukan penumpang yang ingin menggunakan moda transportasi Commuter Line.

Beberapa puluh meter dari Stasiun Gondangdia, di kawasan Kebon Sirih juga terjadi tumpukan pengendara. Pengguna jalan yang hendak melaju ke arah Monas terhenti sekitar puluhan meter. Selain karena massa Reuni 212 yang mulai membubarkan diri, juga karena di kawasan tersebut terdapat lampu lalu lintas. Di kawasan itu terlihat ada tiga petugas kepolisian dan satu personel Dinas Perhubungan yang mengatur lalu lintas.

Selanjutnya, tumpukan pengendara terjadi di sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan. Ratusan massa yang berhamburan dari dalam kawasan Monas membuat sejumlah arus lalu lintas tersendat.

Selain karena banyaknya massa yang hadir, sejumlah pedagang membuat jalanan semakin padat. Mereka terlihat berdagang di luar area Monas, seperti penjual atribut 212, serta penjaja makanan dan minuman ringan.

Selain itu, kemacetan pun terjadi di depan patung kuda. Reporter tirto melihat adanya kemacetan dari arah Jalan Thamrin, maupun dari Jalan Medan Merdeka Utara.



Baca juga artikel terkait REUNI 212 atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Widia Primastika
DarkLight