Menuju konten utama

Urgen! Para Pengungsi Korban Gempa Palu Butuh Bantuan Logistik

Sejak Sabtu kemarin warga mulai kekurangan pasokan makanan. Beberapa warga mulai bereaksi dengan membobol minimarket.

Urgen! Para Pengungsi Korban Gempa Palu Butuh Bantuan Logistik
Tim SAR melakukan evakuasi korban gempa yang tertimbun reruntuhan bangunan hotel Roa-Roa di Palu, Minggu (30/9/2018). ANTARA FOTO/BNPB.

tirto.id - Para pengungsi di hampir seluruh penampungan korban gempa dan gelombang tsunami di Kota Palu membutuhkan bantuan logistik. Hingga saat ini, bantuan yang datang dari pemerintah masih sangat minim diterima para korban.

"Bantuan ada, tapi tidak merata,” kata Ai, salah satu warga di penampungan RRI Kota Palu kepada reporter Tirto di lokasi, Minggu (30/9/2018).

Sejak terjadinya gempa disusul gelombang tsunami pada Jumat sore lalu, aktivitas perekonomian di Kota Palu mendadak lumpuh. Toko-toko yang sedianya menyediakan bahan pokok tak beraktifitas. Sementara, akibat kelangkaan logostik ini kepada para korban gempa, sejak kemarin, warga mulai menjarah minimarket untuk mendapat bahan makanan, air mineral hingga obat-obatan.

“Uang di sini tidak berguna. Ada uang tapi tidak ada barang,” kata Ai.

Kebutuhan paling mendesak saat ini yang dirasakan warga ialah makanan bayi yang saat ini berada di pengungsian. “Ini susu bayi susah,” kata dia.

Eko warga lain yang juga mengungsi untuk sementara waktu di pengungsian RRI juga mengalami hal yang sama. Hingga saat ini, kata dia, bantuan logistik berupa makanan dan kesehatan masih sangat minim. “Masih belum ada,” kata Eko.

Di jalan-jalan Kota Palu, sejak kemarin warga mulai kekurangan pasokan makanan. Beberapa warga mulai bereaksi dengan membobol minimarket. Terbaru pembobolan minimarket terjadi di depan Menkopolhukam Wiranto ketika melintas di Jalan Ir H Juanda Kota Palu.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memaklumi tindakan reaksioner yang dilakukan warga terkait pembobolan minimarket. Ia berjanji, pemerintah akan mengganti kerugian akibat penjarahan oleh warga.

Baca juga artikel terkait GEMPA PALU DAN DONGGALA atau tulisan lainnya dari Arbi Sumandoyo

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Arbi Sumandoyo
Penulis: Arbi Sumandoyo
Editor: Abdul Aziz