Urbanisasi Ibu Kota Baru Tak Terbendung, Bertambah 9.000 Warga Baru

Reporter: Antara - 12 Agustus 2021
Dibaca Normal 1 menit
Sejak diputuskan sebagai calon Ibu Kota Negara baru, arus urbanisasi terjadi di Penajam Paser Utara.
tirto.id - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mencatat jumlah penduduk wilayahnya terus bertambah seiring rencana pemindahan Ibu Kota Negara.

Kepala Dinas Dukcapil Penajam Paser Utara, Suyanto mengatakan sepanjang 2021 terdapat penambahan 3.695 jiwa. Pada tahun 2020 jumlah penduduk baru bertambah 6.000 jiwa. Dengan demikian saat ini jumlah penduduk total kabupaten mencapai 185.151 jiwa.

"Penduduk pindah atau datang ke Kabupaten Penajam Paser Utara itu sekitar 30 sampai 40 persen daripada penduduk yang pindah ke luar yang hanya sekitar 20 persen," kata Suyanto, Kamis (12/8/2021).

Ia menyatakan, arus urbanisasi tidak bisa dibendung sejak sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara ditetapkan sebagai calon ibu kota negara Indonesia yang baru. Salah satu motivasi perpindahan penduduk ke Penajam Paser Utara adalah pencarian pekerjaan. Diperkirakan jumlah warga yang mengadu nasib ke calon IKN bertambah setelah infrastruktur digenjot.

Imbas dari bertambahnya penduduk adalah mekarnya jumlah kursi di DPRD setempat. Bila mencapai 200 ribu penduduk, maka jumlah kursi bertambah lima. Saat ini terdapat 25 kursi.

Presiden Joko Widodo telah menetapkan calon Ibu Kota Negara baru pada 26 Agustus 2019. Lokasinya berada di dua kabupaten yaitu Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Menurut Jokowi, kajian pemindahan Ibu Kota berlangsung selama tiga tahun silam. Pemindahan Ibu Kota sudah diwacanakan sejak Presiden ke-1, tetapi belum pernah terwujud.

Namun sejak pandemi COVID pada 2020, pemerintah menunda proyek-proyek fisik terkait pemindahan. Tahapan pemindahan selama pandemi hanya fokus pembuatan master plan, detail plan, dan infrastruktur dasar tetap berlangsung.



Baca juga artikel terkait IBU KOTA BARU atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Antara
Editor: Zakki Amali
DarkLight