Update Merapi Sore: 48 Kali Gempa Guguran & Status Masih Siaga

Oleh: Alexander Haryanto - 26 Juli 2021
Dibaca Normal 1 menit
Update kondisi Gunung Merapi hari ini, Senin, 26 Juli 2021 pukul 12.00-18.00 WIB.
tirto.id - Update kondisi Gunung Merapi sampai dengan sore mengalami 48 kali gempa guguran, 4 kali gempa hembusan, 57 kali gempa hybrid/fase banyak dan 23 kali gempa vulkanik dangkal. Aktivitas itu berdasarkan pengamatan dari pukul 12.00-18.00 WIB, Senin, 26 Juli 2021.

Seperti dilaporkan laman magma.esdm.go.id, berdasarkan pengamatan visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin sedang ke arah barat.

Sementara potensi bahaya saat ini adalah guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih.

Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin sedang ke arah barat.

Klimatologi

Cuaca cerah hingga berawan, angin sedang ke arah barat. Suhu udara sekitar 18-23°C. Kelembaban 42-70%. Tekanan udara 872-948 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 48 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-48 mm dan lama gempa 20-137 detik.
  • 4 kali gempa hembusan dengan amplitudo 6-7 mm, dan lama gempa 16-30 detik.
  • 57 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-32 mm, S-P 0.3-0.9 detik dan lama gempa 5-13 detik.
  • 23 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 18-75 mm, dan lama gempa 6-16 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight