Update Harga Pangan Hari Ini: Beras dan Daging Sapi Kompak Naik

Penulis: Intan Umbari Prihatin, tirto.id - 28 Sep 2022 15:14 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Dari data PIHPS harga beras kualitas bawah II secara nasional terpantau mengalami kenaikan 0,47 persen menjadi Rp10.750 per kilogram.
tirto.id - Harga beberapa bahan pangan terpantau mengalami kenaikan pada Rabu (28/9/2022).Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) hingga pukul 14.30 WIB, harga beras kualitas bawah II secara nasional terpantau mengalami kenaikan 0,47 persen menjadi Rp10.750 per kilogram.

Beras dengan kualitas bawah II di Jakarta dijual di Rp11.650 per kilogram. Kemudian di Sulawesi Selatan Rp8.950/kg, Nusa Tenggara Barat Rp9.000/kg, Sulawesi Barat Rp9.400/kg, Banten Rp9.600/kg, Sulawesi Tenggara Rp9.700/kg.

Lalu di Jawa Barat beras kualitas bawah II dipatok Rp9.800/kg, Jawa Tengah Rp9.850/kg, DI Yogyakarta Rp9.900/kg, Jawa Timur Rp10.000/kg.



Harga Beras Kualitas Super I

Sementara itu, harga beras kualitas super I juga mengalami kenaikan 0,37 persen menjadi Rp13.400/kg. Harga beras pun dijual bervariasi di berbagai wilayah.

Seperti di Kalimantan Tengah, harga beras dipatok Rp19.250/kg. Tetapi di Kalimantan Timur dijual Rp13.750/kg. Sementara di DKI Jakarta harga beras dibanderol Rp16.550/kg.

Lalu di Aceh harga beras dijual Rp12.100/kg, Sumatera Utara Rp12.550/kg. Sedangkan di Sumatera Barat Rp16.050.





Harga Daging Sapi

Kemudian, harga daging sapi kualitas 2 juga terpantau mengalami kenaikan 0.08 persen menjadi Rp127.950/kg. Terpantau di Kalimantan Selatan Tengah harga daging sapi dijual Rp151.250/kg.

Sementara itu, harga daging di DKI Jakarta dipatok Rp140.000/kg. Tetapi di Kepulauan Riau harga daging hanya dijual Rp90.000/kg.

Lalu di Bali Rp105.650/kg, Nusa Tenggara Timur Rp106.650/kg, Nusa Tenggara Barat Rp113.150/kg, Riau Rp113.350/kg, Sumatera Utara Rp114.500/kg. Aceh Rp120.000/kg, Kalimantan Utara Rp121.250/kg.

Selanjutnya di Sulawesi Selatan harga daging sapi kualitas 2 dipatok Rp123.000/kg, Sulawesi Tengah Rp127.500/kg, Lampung Rp128.750/kg, Papua Rp129.400/kg, Sulawesi Barat Rp130.000/kg,
Kepulauan Bangka Belitung Rp131.250/kg.










Mendag Minta Masyarakat Tak Perlu Panik Harga Beras Naik


Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meminta kepada masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya kenaikan harga beras. Karena Zulhas begitu sapaan akrabnya menjelaskan pemerintah yang akan memberi subsidi terhadap selisih harga jual.

"Misalnya harga beras dari Bulog sekian, lebih, bisa dibantu subsidi jadi tidak perlu khawatir sebetulnya karena dibiayai pemerintah (selisih harganya)," katanya dalam acara Kinerja 100 Hari Kerja Menteri Perdagangan dikutip dari Antara, Senin (26/9/2022).

Lebih lanjut, dia memastikan masyarakat tidak akan membayar lebih mahal terhadap harga beras. Dia menuturkan pemerintah memiliki memiliki mekanisme cadangan stabilisasi harga dan pasokan (CSHP) ini.

Zulhas menjelaskan harga beras saat ini mulai naik karena harga gabah naik dari Rp4.400 menjadi Rp5.500. Kemudian di tiap daerah di Jawa seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banten membuat gabah dan banyak perusahaan yang menyerap gabah tersebut.

Sementara itu, dia berjanji akan terus berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk menyelenggarakan operasi pasar di sejumlah wilayah dalam rangka mengendalikan kenaikan harga beras. Sementara dari sisi stok, dia menyebutkan saat ini cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di gudang milik Perum Bulog mencapai 800 ribu ton sehingga masih akan mampu mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun. Kemudian dia pun mengaku tidak akan ragu untuk mengambil langkah dalam mengimpor beras jika memang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan.

"Soal beras tidak ada tawar menawar karena (kontribusinya) terhadap inflasi 3,3 persen. Beras langka tidak kebayang. Impor pun saya rela. Agar itu betul-betul dijaga. Kalau mahal harus ada operasi pasar," tegasnya.




Baca juga artikel terkait UPDATE HARGA PANGAN HARI INI atau tulisan menarik lainnya Intan Umbari Prihatin
(tirto.id - Ekonomi)

Penulis: Intan Umbari Prihatin
Editor: Anggun P Situmorang

DarkLight