Update Gunung Merapi Hari Ini 12 Agustus: Borobudur Kena Hujan Abu

Oleh: Alexander Haryanto - 12 Agustus 2021
Dibaca Normal 2 menit
Sebaran hujan abu akibat letusan Gunung Merapi sampai di Candi Mendut, Pawon dan Borobudur.
tirto.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, Gunung Merapi hari ini tercatat mengeluarkan dua kali awan panas guguran dengan estimasi Jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.

Pada pukul 13.28 WIB, Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran dengan amplitudo 30 mm dan durasi 144 detik. Cuaca kabut, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya. Kemudian pada pukul 15.28 WIB meluncurkan awan panas guguran dengan amplitudo 32 mm dan durasi 125 detik. Estimasi Jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.

Selain itu, seperti diwartakan Antara News, Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Wiwit Kasiyati mengatakan, tadi malam Gunung Merapi kembali meletus. Bahkan, sebaran hujan abunya sampai di Candi Mendut, Pawon dan Borobudur.

Wiwit mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan, bahkan bagian laboratorium sudah mengambil data abu dan mengukur ketebalan abunya. Selain itu, abu di tiga candi tersebut juga sudah didokumentasikan.

"Tadi saya naik ke Candi Borobudur, saya lihat abunya sangat tipis," kata Wiwit.

"Kami akan konsultasi dengan BPPTKG apakah akan terjadi letusan kembali, apakah letusan kecil atau besar. Kami menunggu hasil koordinasi dengan BPPTKG untuk menentukan langkah selanjutnya," katanya.

Berikut adalah aktivitas Gunung Merapi berdasarkan pengamatan Kamis 12 Agustus 2021 pukul 06.00-12.00 WIB.


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 50 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur.

Klimatologi

Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara sekitar 20-28°C. Kelembaban 57-77%. Tekanan udara 655-720 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 90 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-22 mm dan lama gempa 17-97 detik.
  • 4 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-12 mm, dan lama gempa 8-14 detik.
  • 1 kali gempa low frequency dengan amplitudo 8 mm, dan lama gempa 10 detik.
  • 20 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-17 mm, S-P 0.3-0.5 detik dan lama gempa 7-12 detik.
  • 18 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 15-75 mm, dan lama gempa 8-34 detik.
  • 1 kali gempa tektonik Jauh dengan amplitudo 7 mm, S-P 6.9 detik dan lama gempa 40 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait STATUS GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight