Update COVID-19 Dunia 19 November: Total Meninggal 1,3 Juta Orang

Oleh: Dhita Koesno - 19 November 2020
Dibaca Normal 1 menit
Update Corona 19 November dunia terus mengalami peningkatan hingga mencapai 56.108.310 kasus positif COVID-19.
tirto.id - Kasus Corona dunia 19 November 2020 untuk jumlah positif COVID-19 terus bertambah menjadi 56.108.310 kasus atau mengalami kenaikan hampir 500.000 kasus baru sejak Rabu (18/11/2020) sore.

Sementara total kasus meninggal dunia hingga saat ini sebanyak 1.346.741 orang.

Update Corona Dunia 19 November


Dikutip Johns Hopkins University (JHU), Kamis (19/11/2020), pukul 8.00 WIB, kasus positif terbanyak masih didominasi Amerika Serikat dengan jumlah 11.498.515 dan kasus meninggal dunia 250.180 orang.

Sementara untuk kasus sembuh global mencapai 35.997.102 dan India hari ini menempati urutan teratas untuk total pasien sembuh, yakni 8.335.109 orang.

Berikut ini daftar 5 negara dengan kasus positif Corona terbanyak per 19 November 2020 pagi:

  • Amerika Serikat: 11.498.515
  • India: 8.912.907
  • Brasil 5.911.758
  • Prancis 2.115.717
  • Rusia 1.975.629

Sedangkan untuk 5 negara dengan kasus kematian tertinggi adalah:

  • Amerika Serikat: 250.180
  • Brasil: 166.699
  • India: 130.993
  • Meksiko: 99.026
  • Inggris: 53.368
Itu artinya ada 3 negara yang sama masuk daftar 5 besar dengan kasus positif dan meninggal dunia terbanyak, yaitu Amerika Serikat, Brasil dan India.

Indonesia sendiri sesuai data yang diterima JHU juga terus mengalami kenaikan kasus baru dengan total 478.720 positif COVID-19, meninggal dunia 15.503 dan kasus sembuh sebanyak 402.347.

Pesan WHO Terkait Perkembangan Vaksin


Badan Organisasi Dunia (WHO) dalam lamannya menyebutkan, saat ini pihaknya terus menerima berita menggembirakan tentang vaksin COVID-19 dan tetap optimis serta berhati-hati tentang potensi alat baru yang mulai berdatangan dalam beberapa bulan mendatang.

"Saat ini kami sangat prihatin dengan lonjakan kasus yang kami lihat di beberapa negara. Khususnya di Eropa dan Amerika, petugas kesehatan dan sistem kesehatan didorong ke titik puncaknya," ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

WHO telah mengeluarkan panduan dan alat untuk meningkatkan kapasitas tenaga medis dan kesehatan masyarakat serta persediaan dan fasilitas untuk mengelola pasien COVID-19.

Saat ini, WHO memiliki 150 tim medis darurat yang membantu negara-negara dalam perencanaan dan pelaksanaan tanggap darurat mereka.

WHO dan mitranya bekerja dengan pemerintah dan pemimpin kesehatan untuk memastikan bahwa ada perlindungan bagi petugas kesehatan yang sakit.

"Tersedianya tempat tidur yang cukup untuk pasien COVID-19 dan agar layanan kesehatan penting dapat berlanjut dengan aman. Yang tersedia cukup masker, sarung tangan dan alat pelindung lainnya," jelas Tedros.

Sistem kesehatan itu, menurut Tedros, akan siap ketika vaksin yang aman dan efektif diluncurkan dan WHO perlu melakukan apa pun untuk mendukung petugas kesehatan, menjaga sekolah tetap terbuka, melindungi yang rentan dan menjaga ekonomi.

"Tidak ada alasan untuk tidak bertindak. Pesan saya sangat jelas: bertindak cepat, bertindak sekarang, bertindak tegas," katanya.


Baca juga artikel terkait UPDATE CORONA DUNIA 19 NOVEMBER atau tulisan menarik lainnya Dhita Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dhita Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight