Update Corona Indonesia 21 April 2020 & Data Covid-19 Dunia Terkini

Oleh: Addi M Idhom - 21 April 2020
Dibaca Normal 3 menit
Update corona Indonesia hari ini: total jumlah kasus positif Covid-19 di tanah air melampaui angka 7.000 pasien pada 21 April 2020. Sedangkan kasus corona di seluruh dunia hampir 2,5 juta pasien.
tirto.id - Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia telah menembus angka tujuh ribu pasien pada hari ini. Setelah sempat menurun signifikan pada Senin kemarin, angka kasus positif baru yang terkonfirmasi dalam 24 jam terakhir kembali meningkat drastis.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dirilis pada Selasa sore, 21 April 2020, total jumlah kasus positif corona di Indonesia saat ini sudah sebanyak 7.135 pasien.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.677 pasien Covid-19 masih dalam perawatan. Sedangkan 842 pasien positif corona lainnya telah dinyatakan sembuh. Angka kesembuhan ini meningkat 92 orang dibanding sehari sebelumnya.


Data Gugus Tugas juga memperlihatkan bahwa jumlah pasien positif corona yang telah meninggal dunia bertambah 26 orang pada hari ini, sehingga totalnya menjadi 616 jiwa.

Sementara kasus baru yang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam sehari terakhir sebanyak 375 orang. Data ini menunjukkan lonjakan angka kasus baru kembali terjadi setelah ada penurunan drastis pada dua hari sebelumnya.

Merujuk pada data yang diumumkan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo di akun twitternya, provinsi dengan penambahan jumlah kasus baru terbanyak pada hari ini adalah DKI Jakarta, yakni 163 pasien.


Lonjakan jumlah kasus baru juga terjadi di Jawa Tengah, dengan 98 pasien. Kasus baru lumayan banyak ditemukan pula di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mencapai 21 pasien. Tambahan ini membuat NTB masuk daftar 10 besar provinsi dengan kasus terbanyak.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, menambahkan sudah ada 16.763 orang yang berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 186.330 warga telah ditetapkan menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP). Kata Yurianto, sebagian orang sudah selesai menjalani pemantauan.

Selain itu, lanjut dia, saat ini jumlah laboratorium yang beroperasi untuk tes PCR yang dibutuhkan dalam diagnosa kasus positif corona, sebanyak 37 unit. Tapi, ia mengakui sebagian laboratorium berhenti beroperasi karena belum mendapat kiriman reagen untuk tes polymerase chain reaction.

"Besok, kami pastikan akan beroperasi keseluruhannya," kata Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB pada hari ini.


Sesuai data yang disampaikan Yurianto, hingga kini sudah ada 50.370 spesimen yang diperiksa dengan metode PCR. Adapun jumlah kasus yang telah diperiksa spesimennya sebanyak 46.173 orang.

Yurianto mengingatkan masyarakat yang memiliki penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, asma, kanker, TBC dan lainnya, dapat mengalami dampak fatal jika terinfeksi corona.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat terus melakukan pencegahan dengan memakai masker, menjaga jarak dan tetap berada di rumah kecuali ada keperluan mendesak.

Untuk mencegah penyebaran virus corona, Presiden Joko Widodo akhirnya menyatakan pemerintah akan melarang masyarakat mudik ke kampung halaman.

Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas melalui video conference bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan para menteri Kabinet Indonesia Maju, pada hari ini.

Berikut perincian update data kasus positif virus corona di Indonesia yang dirilis Gugus Tugas pada hari ini.

1. Update data kasus corona di Indonesia pada 21 April 2020
  • Jumlah kasus positif baru: 375 pasien
  • Total jumlah kasus positif: 7.135 pasien
  • Total jumlah pasien dirawat: 5.677 orang
  • Total jumlah pasien sembuh: 842 orang
  • Total jumlah pasien meninggal: 616 jiwa
  • Total jumlah PDP: 16.763 orang
  • Total jumlah ODP: 186.330 orang
  • Daerah sebaran kasus positif: 257 kabupaten/kota
2. Data 10 provinsi dengan kasus positif corona terbanyak pada 21 April 2020
  • DKI Jakarta: 3.260 kasus, 286 sembuh, 298 meninggal
  • Jawa Barat: 756 kasus, 75 sembuh, 68 meninggal
  • Jawa Timur: 603 kasus, 100 sembuh, 56 meninggal
  • Jawa Tengah: 449 kasus, 51 sembuh, 44 meninggal
  • Sulawesi Selatan: 374 kasus, 73 sembuh, 30 meninggal
  • Banten: 341 kasus, 17 sembuh, 35 meninggal
  • Bali: 150 kasus, 42 sembuh, 3 meninggal
  • Papua: 118 kasus, 28 sembuh, 6 meninggal
  • Kalimantan Selatan: 98 kasus, 9 sembuh, 6 meninggal
  • Nusa Tenggara Barat: 93 kasus, 11 sembuh, 4 meninggal


Update Data Kasus Corona Dunia Hari Ini

Jumlah kasus positif corona di seluruh dunia telah mencapai 2.496.660 pasien. Data itu adalah hasil update terbaru yang dirilis Wordometers per pukul 16.40 WIB, Selasa, 21 April 2020.

Jumlah kematian akibat Covid-19 di dunia juga masih merangkak naik, dan pada Selasa sore, telah menyentuh angka 171.240 jiwa.

Data tingkat global itu juga menunjukkan 655.888 pasien positif corona sudah sembuh. Sedangkan 1,66 juta pasien lainnya masih dalam perawatan dan 57.356 orang di antaranya saat ini terpantau dalam kondisi kritis atau serius.

Berikut 10 negara dengan kasus positif corona terbanyak pada 21 April 2020:

1. Amerika Serikat: 792.938 kasus (42.518 meninggal, 72.389 sembuh)
2. Spanyol: 204.178 kasus (21.282 meninggal, 82.514 sembuh)
3. Italia: 181.228 kasus (24.114 meninggal, 48.877 sembuh)
4. Perancis: 155.383 kasus (20.265 meninggal, 37.409 sembuh)
5. Jerman: 147.065 kasus (4.862 meninggal, 95.200 sembuh)
6. Inggris: 124.743 kasus (16.509 meninggal, tidak ada data sembuh)
7. Turki: 90.980 kasus (2.140 meninggal, 13.430 sembuh)
8. Iran: 83.505 kasus (5.209 meninggal, 59.273 sembuh)
9. China: 82.758 kasus (4.632 meninggal, 77.123 sembuh)
10. Rusia: 52.763 kasus (456 meninggal, 3.873 sembuh).

Pernyataan terbaru Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengisyaratkan prediksi bahwa pandemi corona yang melanda dunia saat ini masih mungkin berumur panjang, selama vaksin atau obat Covid-19 belum ditemukan.

WHO memperkirakan baru 2-3 persen dari total populasi dunia yang sudah memiliki antibodi usai terinfeksi virus corona. Informasi ini menjadi kabar buruk bagi mereka yang berharap pandemi bisa berakhir karena herd immunity (kekebalan kelompok), demikian dilansir The Guardian.

Perkiraan WHO didukung sejumlah studi di berbagai negara. Misalnya, hasil studi yang dilakukan tim dari Stanford University memang menemukan bukti bahwa jumlah kasus infeksi di Santa Clara, California, bisa 50-85 kali lebih banyak daripada angka yang diumumkan otoritas resmi di AS.

Namun, meski jumlah kasus tinggi, studi tersebut menemukan hanya 3 persen dari total populasi di wilayah itu yang memiliki antibodi setelah terinfeksi virus corona. Sebuah riset lain di Belanda juga menunjukkan dari 7.000 sampel darah yang diperiksa, hanya tiga persen memiliki antibodi.

Oleh sebab itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan, pencabutan lockdown di negara manapun tidak menunjukkan bahwa wabah telah berakhir.

Lockdown hanya mengurangi angka penularan di negara tertentu. Sementara untuk mengakhiri pandemi di dunia, penyebaran virus corona harus ditekan secara berkelanjutan di semua wilayah.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH
DarkLight