Update Corona 31 Maret di Dunia: Kasus COVID-19 di AS Capai 163.807

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 31 Maret 2020
Dibaca Normal 1 menit
Kasus coronavirus COVID-19 di AS, Italia, dan Spanyol mengungguli Cina.
tirto.id - Setidaknya ada 163.807 kasus coronavirus COVID-19 di Amerika Serikat dan 2.948 orang di antaranya telah meninggal karena virus tersebut, menurut penghitungan kasus dari Johns Hopkins CSSE yang dikutip pada Selasa (31/3/2020) pukul 09.00 WIB.

Total kasus di AS tersebut mencakup semua kasus dari 50 negara bagian, Distrik Columbia, dan wilayah AS lainnya, serta semua kasus yang direpatriasi. Hawaii dan Wyoming tidak melaporkan kematian akibat coronavirus, demikian CNN.com.

Hawaii telah menerapkan kebijakan baru yang ketat, mengharuskan mereka yang melakukan perjalanan antara delapan pulau utama negara bagian itu untuk mengasingkan diri selama 14 hari, ujar Gubernur David Ige. Kebijakan mulai berlaku pada Selasa hari ini dan akan berlangsung setidaknya hingga 30 April.

Pekan lalu, Ige memerintahkan tindakan karantina wajib yang serupa untuk siapa pun yang memasuki negara melalui udara, terlepas dari apakah mereka penduduk atau pengunjung. Perintah tidak berlaku untuk pekerja penting dan kru penerbangan.

Letnan Gubernur Josh Green - seorang dokter medis yang merupakan penghubung pencegahan virus corona negara bagian - mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada hari Senin bahwa tingkat infeksi dapat meningkat secara dramatis jika orang tidak mengikuti perintah karantina.

Hawaii melaporkan 204 kasus corona COVID-19 dan tidak ada kematian.

Sementara itu, jumlah kematian akibat pandemi coronavirus di Italia naik 812 menjadi 11.591, sementara jumlah total infeksi melonjak melewati 100.000 dengan 4.050 kasus baru dilaporkan.

Lebih dari 800 orang meninggal di Spanyol selama 24 jam terakhir, sehingga jumlah kematian mencapai 7.340 - sementara kematian Iran naik 117 menjadi 2.757.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memperpanjang pedoman federal tentang jarak sosial (social distancing) sampai 30 April setelah seorang pejabat kesehatan terkemuka memperingatkan antara 100.000 hingga 200.000 orang bisa meninggal akibat virus corona di Amerika Serikat.

Kasus coronavirus COVID-19 di AS lebih banyak daripada negara lain di dunia.

Presiden Donald Trump mengatakan lebih dari 1 juta orang Amerika telah dites untuk virus corona dan mendesak orang untuk terus mengikuti langkah-langkah social distancing sampai bulan April untuk mencegah penyebaran virus.

"Setiap orang dari kita memiliki peran dalam memenangkan perang ini. Setiap warga negara, keluarga, dan bisnis dapat membuat perbedaan dalam menghentikan virus," kata Presiden Trump.

"Ini adalah tugas patriotik bersama kami. Masa-masa sulit akan datang selama 30 hari ke depan dan ini adalah 30 hari yang sangat vital," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Sementara itu, di Italia, Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza mengumumkan penguncian nasional (lockdown) untuk menahan epidemi virus corona baru akan diperpanjang "setidaknya sampai Paskah."

Paskah jatuh pada 12 April, dan lockdown saat ini dijadwalkan berakhir pada 3 April.

Penasihat ilmiah pemerintah telah merekomendasikan perpanjangan "semua tindakan penahanan setidaknya sampai Paskah," kata Speranza dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Aljazeera.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight