Menuju konten utama

Update Corona 20 April 2020 Indonesia dan Dunia: Info Data Terkini

Update Corona Indonesia pada 20 April 2020: jumlah kasus positif Covid-19 di tanah air kini sudah mencapai 6.760 pasien. Sedangkan di dunia, telah ditemukan 2,4 juta kasus positif corona.

Update Corona 20 April 2020 Indonesia dan Dunia: Info Data Terkini
Ilustrasi virus corona. foto/istockphoto

tirto.id - Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia kembali bertambah pada hari ini dan semakin mendekati angka tujuh ribu. Namun, terlihat ada penurunan data kasus baru.

Informasi yang diumumkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada Senin sore, 20 April 2020, menunjukkan total kasus positif corona di Indonesia telah mencapai 6.760 pasien.

Angka tersebut terhitung setelah ada tambahan kasus positif baru yang terkonfirmasi dalam 24 jam terakhir sebanyak 185 orang.

Data kasus baru kali ini jauh lebih rendah dari sehari sebelumnya yang masih di atas 300 pasien. Jumlah kasus baru pada hari ini juga terhitung paling rendah sejak 5 April lalu.

Hingga hari ini, sebanyak 5.423 pasien positif corona masih menjalani perawatan. Jumlah pasien dalam perawatan ini setara dengan 80,2 persen dari total kasus positif covid-19 di Indonesia.

Sementara pasien positif corona yang berhasil sembuh tercatat mencapai 747 orang. Sedangkan angka kematian akibat covid-19 di Indonesia sejauh ini sudah 590 jiwa.

Menurut juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, sampai hari ini, sudah ada 16.343 orang yang berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Adapun mereka yang ditetapkan menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 181.770 jiwa.

Dia menambahkan, saat ini daerah yang sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) semakin banyak. Pemberlakuan PSBB ini, kata Yurianto, juga diikuti dengan pembentukan sejumlah peraturan daerah yang harus dipatuhi oleh masyarakat.

"Tujuannya [PSBB] adalah untuk segera menghentikan persebaran epidemiologis [penularan virus corona] yang semakin hari makin banyak, semakin hari semakin menyebar ke daerah yang lebih luas, yang disebabkan karena ada penularan lokal," kata Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB pada Senin sore.

Kemenkes telah menyetujui pemberlakuan PSBB di belasan daerah, yakni DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Bekasi.

PSBB di Kabupaten Bekasi, Kota Pekanbaru, Kota Makassar, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, Kota Tegal dan Sumatera Barat juga telah disetujui oleh Kemenkes.

Ketika memimpin rapat terbatas via telekonferensi di Istana Merdeka, pada hari ini, Presiden Joko Widodo meminta ada evaluasi total terhadap pemberlakuan PSBB yang sudah berjalan di sejumlah daerah.

"Hari ini saya ingin ada evaluasi total dari apa yang telah kita kerjakan dalam penanganan Covid-19 ini, terutama evaluasi mengenai PSBB secara lebih detail, kekurangannya apa, plus-minusnya apa, sehingga bisa kita perbaiki," ujar Jokowi.

Jokowi juga meminta evaluasi dan perbaikan sistem rujukan maupun manajemen penanganan di rumah sakit-rumah sakit rujukan covid-19, guna mengantisipasi kelebihan kapasitas tampung.

Berikut detail update data kasus positif virus corona di Indonesia sesuai dengan informasi yang dirilis Gugus Tugas, pada hari ini.

1. Update data kasus Covid-19 di Indonesia pada 20 April 2020

  • Jumlah kasus positif baru: 185 pasien
  • Total jumlah kasus positif: 6.760 pasien
  • Total jumlah pasien dirawat: 5.423 orang
  • Total jumlah pasien sembuh: 747 orang
  • Total jumlah pasien meninggal: 590 jiwa
  • Total jumlah PDP: 16.343 orang
  • Total jumlah ODP: 181.770 orang
2. Daftar 10 provinsi dengan kasus positif Covid-19 terbanyak per 20 April 2020

  • DKI Jakarta: 3.097 kasus, 230 sembuh, 287 meninggal
  • Jawa Barat: 747 kasus, 56 sembuh, 62 meninggal
  • Jawa Timur: 590 kasus, 98 sembuh, 56 meninggal
  • Sulawesi Selatan: 370 kasus, 63 sembuh, 25 meninggal
  • Jawa Tengah: 351 kasus, 51 sembuh, 44 meninggal
  • Banten: 341 kasus, 17 sembuh, 35 meninggal
  • Bali: 140 kasus, 42 sembuh, 3 meninggal
  • Papua: 107 kasus, 28 sembuh, 6 meninggal
  • Kalimantan Selatan: 96 kasus, 9 sembuh, 6 meninggal
  • Sumatera Selatan: 89 kasus, 5 sembuh, 3 meninggal

Update Corona Dunia Hari Ini

Data Worldometers menunjukkan total jumlah kasus ositif corona di seluruh dunia kini sudah menyentuh angka 2.418.845. Angka ini merupakan update per pukul 17.00 WIB, 20 April 2020.

Secara global, angka kematian akibat penyakit covid-19 mencapai 165.759 jiwa. Sementara pasien covid-19 yang berhasil sembuh kini tercatat sebanyak 633.363 orang.

Merujuk kepada data yang sama, 1.619.723 pasien positif corona di dunia saat ini masih menjalani perawatan dan 54.200 orang di antaranya sedang dalam kondisi serius atau kritis.

Amerika serikat saat ini sudah memiliki kasus positif corona dengan jumlah mendekati angka 800 ribu atau jauh melampaui data di negara-negara lain.

Berdasarkan data Worldometers, sampai pukul 17.00 WIB, hari ini, total jumlah kasus positif covid-19 di AS, telah mencapai 764.265 pasien, dengan angka kematian sebanyak 40.565 jiwa.

Berikut daftar 10 negara dengan kasus positif corona terbanyak pada 20 April 2020:

1. Amerika Serikat: 764.265 kasus (40.565 meninggal, 71.012 sembuh)

2. Spanyol: 200.210 kasus (20.852 meninggal, 80.587 sembuh)

3. Italia: 178.972 kasus (23.660 meninggal, 47.055 sembuh)

4. Perancis: 152.894 kasus (19.718 meninggal, 36.578 sembuh)

5. Jerman: 145.743 kasus (4.642 meninggal, 91.500 sembuh)

6. Inggris: 120.067 kasus (16.060 meninggal, tidak ada data sembuh)

7. Turki: 86.306 kasus (2.017 meninggal, 11.976 sembuh)

8. China: 82.747 kasus (4.632 meninggal, 77.084 sembuh)

9. Iran: 82.211 kasus (5.118 meninggal, 57.023 sembuh)

10. Rusia: 47.121 kasus (405 meninggal, 3.446 sembuh).

Ketika berbicara dalam pertemuan virtual bersama menteri-menteri kesehatan dari negara anggota G20, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyoroti pelonggaran pembatasan sosial di sejumlah wilayah.

Dia mengingatkan keputusan sejumlah negara untuk mengakhiri "lockdown" bukan berarti akhir dari pandemi, melainkan awal dari fase baru.

Pada fase baru ini, kata Tedros, setiap negara harus benar-benar mengedukasi masyarakat agar mampu merespons dengan cepat setiap tanda-tanda kemunculan gelombang baru infeksi.

Setiap negara juga perlu memastikan bahwa sistem untuk mendeteksi, menguji, mengisolasi serta merawat pasien baru dan melacak kontak kasus positif, memiliki kapasitas yang memadai.

"Dan memastikan sistem kesehatan [di setiap negara] punya kapasitas dalam menghadapi [risiko] peningkatan kasus," ujar dia seperti dilansir laman WHO pada 19 April.

Tedros mengaku prihatin, saat ini penularan virus corona meningkat di negara-negara berkembang yang memiliki kapasitas jauh di bawah negara-negara G20. Oleh karena itu, ia meminta anggota G20 memberikan dukungan kepada negara-negara berkembang tersebut, terutama di Afrika.

"Pandemi covid-19 mengingatkan akan fakta bahwa kita merupakan kesatuan umat manusia. Kita berbagi planet yang sama. Kita berbagi harapan dan impian yang sama. Kita berbagi takdir yang sama," ujar dia.

Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan lainnya dari Addi M Idhom

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH