Upaya Barcelona Memasarkan Eixample Lewat Seragam Barunya

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 5 Juni 2019
Dibaca Normal 2 menit
Barcelona dipastikan bakal memakai motif kotak-kotak (checkerboard) di seragam kandang musim 2019/2020. Motif ini diklaim terinspirasi dari bentuk distrik Eixample.
tirto.id - Barcelona telah merilis seragam anyar untuk musim 2019/2020 pada Senin (3/6/2019) petang waktu Indonesia. Walau tetap menggunakan warna merah dan biru sebagai identitas, Blaugrana meniadakan strip vertikal tradisional yang jadi ciri khas mereka. Musim depan, seragam Lionel Messi dan kawan-kawan akan memamerkan corak kotak-kotak (checkerboard) untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.

Desain seragam tersebut langsung banyak dikait-kaitkan corak checkerboard merah putih yang jadi identitas Timnas Kroasia. Bahkan, pihak Timnas Kroasia melalui akun media sosial resminya ikut memeriahkan peluncuran seragam Barcelona.


"Kami yakin Ivan Rakitic [pemain Barcelona asal Kroasia] akan menikmati seragam baru Barcelona," tulis mereka.

Namun, bukan cuma Rakitic atau Kroasia, bek veteran Barcelona, Gerard Pique juga menyukai desain seragam tersebut. "Sesuatu yang baru dan menarik," begitu kata Pique seperti dilansir laman resmi Barcelona.

"Barangkali berbeda, tapi seragam itu 100 persen khas Barca dan bahkan lebih baik karena desainnya merepresentasikan ikatan antara klub dan suporter serta orang-orang yang ingin memajukan kota ini," imbuh Pique.


Memasarkan Identitas

Sebagai orang yang lahir, tumbuh, dan mendukung kebebasan Catalan, Pique jelas menyukai seragam baru Barcelona. Corak kotak-kotak di seragam ini bukan disiapkan asal-asalan atau sekadar menjiplak pakem Timnas Kroasia. Blaugrana mengklaim motif tersebut adalah representasi dari distrik Eixample, sebuah kawasan wisata yang terletak di salah satu penjuru Kota Barcelona.

"Desain baru ini mengambil inspirasi dari karakteristik blok-blok distrik Eixample, tempat beberapa bangunan paling simbolis [di Barcelona] yang dirancang oleh arsitek besar Antoni Gaudi," tulis mereka.

Diapit oleh Ciutat Vella dan wilayah-wilayah kecil macam Sants, Gracia, serta Sant Andreu, distrik Eixample adalah sebuah mahakarya. Desain distrik ini ditandai dengan jalanan lurus yang panjang dan lebar, pola garis ketat, serta yang paling khas: blok persegi oktagonal dengan sudut yang biasa disebut chamfered.

Desain Eixample merupakan rancangan seorang arsitek bernama Idefons Cerda, dikonstruksi mulai abad 19 hingga awal abad 20. Dengan ciri khas ruang terbuka hijau yang luas dan jalanan yang lebar, bangunan gedung pencakar langit adalah pemandangan yang tidak bisa Anda temui. Hal ini membuat cahaya matahari tak terhalang masuk ke setiap sudut Eixample, menghadirkan pemandangan kota yang indah.

Eixample terdiri dari 520 blok kotak simetris, yang setiap bloknya terdiri dari belasan bangunan. Dalam perkembangannya, selain Cerda, desain Eixample juga dipengaruhi oleh sosok arsitek yang sempat disebut FC Barcelona dalam rilisnya, Antoni Gaudi.

Dari ketinggian, Eixample terlihat seperti sebuah kotak-kotak dipasang secara simetris, persis seperti seragam baru Barcelona.



Persis seperti informasi yang dirilis Barcelona di laman resminya, Eixample memang berisi banyak bangunan serta objek wisata penting. Barcelona University, salah satu kampus paling bersejarah di Spanyol terletak di distrik ini. Begitu pula museum ikonik Casa Golferichs, serta taman wisata Parc de Joan Miro. Dan walau tidak beralamat dalamnya, Camp Nou, stadion yang merupakan kandang Barcelona cuma berjarak lima kilometer dari distrik Eixample.

Atas dasar itu pula, media Spanyol, AS menilai langkah revolusioner Barcelona ditempuh bukan semata untuk kepentingan menjual nama klub. Beriringan dengan itu, mereka ingin ‘memasarkan’ wisata Eixample agar semakin dikenal dunia.

Selain mempromosikan wisata, seragam musim ini seolah ingin menegaskan identitas Barcelona sebagai sebuah ‘wilayah yang merdeka’. Alasannya sederhana, logo Senyera yang merupakan representasi bendera kebesaran Barcelona, kini terpasang di bagian depan seragam. Padahal, di musim sebelumnya Senyera selalu diletakkan pada kerah bagian belakang.

Ambisi Menguasai Pasar


Kendatipun semakin merepresentasikan kedekatan mereka terhadap kota, bukan berarti seragam baru Barcelona lepas dari pro-kontra. Dalam salah satu artikelnya, Marca menyebut langkah yang ditempuh Blaugrana dengan merombak corak mereka sangat berisiko.

"Ini adalah desain yang berisiko dan mengundang beragam reaksi dari suporter," tulis mereka.

Menurut Marca, mengubah corak seragam secara radikal akan semakin menunjukkan kesan bahwa Barcelona sedang ingin merombak tradisi mereka. Padahal di sisi lain, sejak tersingkir mengenaskan di Liga Champions dan kegagalan di Copa Del Rey, kata ‘perubahan’ yang senantiasa didengungkan presiden klub, Josep Bartomeu sejak era kepemimpinannya semakin bikin telinga suporter sensitif.

Musim ini, Blaugrana sudah mendapat banyak protes karena gaya bermain mereka yang angin-anginan. ‘Perubahan-perubahan’ kontroversial, dari mulai memperpanjang kontrak pelatih Ernesto Valverde sampai tidak banyak mengorbitkan pemain La Masia jadi penyebabnya.



Namun, langkah Barcelona merombak desain seragamnya adalah hal realistis untuk satu tujuan: ambisi menguasai pasar.

Rekam jejak membuktikan kalau perubahan revolusioner terhadap desain seragam bisa sangat membantu Blaugrana. Pada musim 2014-2015 misal, mereka menempati peringkat teratas penjualan seragam terlaris lantaran nekad mengambil langkah revolusioner lain: menggunakan strip horisontal (bukan vertikal).

Menurut data Euromerica, sejak tak melakukan banyak inovasi, penjualan seragam Barcelona memang relatif stagnan. Musim lalu misal, Barcelona hanya menempati urutan empat (di bawah Manchester United, Real Madrid, dan Bayern Munchen) dengan angka penjualan yang cuma sekitar 1,9 juta. Angka ini relatif sama dengan dua musim sebelumnya, di mana penjualan seragam Barcelona berkisar 1,98 juta.

Bandingkan, misal, dengan Manchester United yang mengalami peningkatan relatif signifikan. Musim 2016-2017, Setan Merah menjual 2,8 juta seragam, sementara dua tahun berselang angkanya melonjak jadi hampir 3,3 juta.

Kebijakan Barcelona merekrut pemain-pemain bintang macam Philippe Coutinho pun tidak banyak mengatrol angka penjualan. Maka, tak mengherankan kalau musim ini Blaugrana memilih langkah sudah terbukti manjur, yakni merombak total corak seragam.

Talent take different shape,” begitu slogan Barcelona dalam unggahan video perilisan seragamnya. Patut dinanti, apakah kostum tersebut bakal menghadirkan keuntungan yang berbeda pula bagi tradisi angka penjualannya.

Baca juga artikel terkait BARCELONA atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Abdul Aziz