Uji Rudal Hipersonik Rusia Berhasil, Capai 8 Kali Kecepatan Suara

Oleh: Addi M Idhom - 7 Oktober 2020
Dibaca Normal 1 menit
Rudal hipersonik Tsirkon milik Rusia untuk pertama kalinya bisa mengenai sasaran di laut dalam uji coba pada pekan ini.
tirto.id - Rusia mengklaim uji coba senjata canggih terbarunya, yakni rudal hipersonik Tsirkon, telah berhasil dilakukan. Presiden Vladimir Putin menyatakan keberhasilan uji coba rudal jelajah anti-kapal tersebut sebagai "peristiwa besar" bagi negaranya.

Putin mengumumkan hasil uji coba rudal ini pada hari ulang tahunnya ke-68, Rabu (7/10/2020). Ia mengatakan rudal Tsirkon memiliki teknologi tak ada tandingannya di dunia.

"Tak diragukan lagi, dalam jangka panjang senjata ini akan meningkatkan kemampuan pertahanan negara kita," kata Putin, dikutip dari Aljazeera.

Militer Rusia menguji coba rudal hipersonik Tsirkon dengan menembakkannya dari kapal Gorshkov yang berlayar di Laut Putih, Rusia Utara, pada Selasa kemarin.

Kepala Staf Umum militer Rusia, Valery Gerasimov mengatakan kepada Putin bahwa rudal hipersonik itu berhasil mencapai target di laut untuk pertama kalinya. Rudal tersebut mengenai sasaran di Laut Barents yang berjarak 450 km.

Kata Gerasimov, rudal hipersonik Tsirkon mampu mencapai kecepatan hingga Mach 8, alias delapan kali kecepatan suara.

Namun, hasil uji coba terbaru ini belum sesuai target. Putin mengumumkan pengembangan senjata baru ini pertama kali pada Februari 2019. Saat itu, ia sesumbar rudal hipersonik ini dapat mencapai target di laut maupun darat dengan jangkauan 1.000 km, dan kecepatan Mach 9.

Pengujian rudal ini memang akan dilanjutkan. Kementerian Pertahanan Rusia sudah berencana membekali kapal perang dan kapal selam mereka dengan rudal Tsirkon.

Sebelumnya, Rusia sudah berhasil membuat rudal hipersonik Avangard yang dioperasikan pertama pada Desember 2019. Rusia pun punya rudal antarbenua Sarmat dan rudal jelajah Burevestnik, serta sejumlah persenjataan baru yang diklaim memiliki teknologi paling unggul.

Pengujian rudal hipersonik Tsirkon sekaligus melanjutkan kompetisi antara Rusia dan Amerika Serikat dalam membuat senjata-senjata futuristik. Di sisi lain, saat ini sedang terjadi ketegangan di antara kedua negara yang terkait dengan perjanjian pengendalian senjata, demikian dilansir Reuters. Pakta senjata nuklir antara AS dan Rusia, New START, bakal memasuki fase akhir pada Februari 2021.


Baca juga artikel terkait MILITER atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Politik)

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH
DarkLight