UEFA Siap Tangani Kasus Rasisme di Laga Montenegro vs Inggris

Oleh: Beni Jo - 26 Maret 2019
Dibaca Normal 1 menit
Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyatakan sikap dan komitmennya untuk menangani kasus rasis yang dilakukan oleh suporter Montenegro.
tirto.id - Timnas Montenegro terancam mendapatkan sanksi dari pihak Konfederasi Sepakbola Eropa (UEFA) akibat kasus rasis yang dilakukan para suporternya pada duel melawan Inggris di Stadion Podgorica City, Selasa (26/3/2019). Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyatakan sikap dan komitmennya untuk menangani kasus tersebut.

"Aleksander [Ceferin] menegaskan kembali komitmennya untuk menangani masalah ini pada laga kami dan akan mengambil tindakan tegas setelah adanya bukti yang telah diperiksa dengan benar," ungkap Bobby Barnes, Wakil Chief Executive PFA sekaligus Presiden FIFPro Eropa, dilansir laman Sky Sport News Selasa (26/3).

Menyangkut kasus rasisme tersebut, Bobby Barnes mengutarakannya secara langsung kepada pemimpin tertinggi sepakbola Eropa itu dan sudah mendapatkan jaminan bahwa masalah tersebut akan segera ditangani.

Menurut keterangannya, Aleksander Ceferin sebagai presiden UEFA telah menyatakan rasa frustrasinya yang sama dengan dirinya, dan rasisme telah membuat kepalanya menjadi lebih buruk lagi.

"Saya tahu dari semasa bekerja dengannya secara langsung pada berbagai insiden di masa lalu dan dia telah menggunakan pengaruhnya untuk memastikan tindakan telah diambil atas insiden rasis seperti ini, saya yakin dia berniat untuk mengatasi masalah ini," tambah Bobby.

Terkait insiden tersebut, terjadi dalam kemenangan Inggris dengan skor 1-5 atas tuan rumah Montenegro. Pada pertandingan itu, tiga pemain The Three Lions diantaranya Danny Rose, Raheem Sterling dan Callum Hudson-Odoi, harus menerima perlakuan rasis dari suporter tuan rumah, yang memadati seisi Stadion Podgorica.

Gareth Southgate selaku manajer timnas Inggris, juga mengaku kesal dan kecewa atas insiden itu dan pihaknya akan melaporkan kasus yang menimpa pemainnya kepada UEFA. Harapannya, lembaga itu dapat menangani masalah tersebut dengan baik, sehingga tidak akan terulang lagi di kemudian hari.

"Itu [tindakan suporter Montenegro] tidak bisa diterima. Aku benar-benar mendengar pelecehan [terhadap] Danny Rose, ketika dia di dalam lapangan. Tidak ada keraguan dalam pikiran saya itu [rasisme] terjadi. Saya tahu apa yang saya dengar,” beber Gareth Southgate.

Pada peraturan badan sepak bola Eropa menyatakan bahwa jika para suporter terlibat dalam perilaku rasis, maka asosiasi anggota atau pihak klub yang akan bertanggung jawab dan
dihukum dengan minimal penutupan sebagian stadion.






Baca juga artikel terkait KUALIFIKASI PIALA EROPA 2020 atau tulisan menarik lainnya Beni Jo
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: Beni Jo
Editor: Fitra Firdaus