U20 2022, Anies Ajak UNDP Lindungi Perempuan & Anak dari KS

Reporter: Riyan Setiawan, tirto.id - 30 Agu 2022 17:24 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Gubernur Anies mengapresiasi Inovasi Layanan dalam Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender (GBV) sebagai bagian dari pemulihan sosial inklusif di Jakarta.
tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk United Nations Development Programme (UNDP) untuk berkomitmen meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan dan seksual.

Hal itu sejalan dengan salah satu area tematik utama 'Urban 20 - 2022 Cycle Agenda: Post- Pandemic Cities' di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (30/8). Salah satu temanya 'Inovasi Layanan dalam Pencegahan dan Respons Atas Kekerasan Berbasis Gender sebagai Bagian dari Pemulihan Sosial yang Inklusif di DKI Jakarta'.

Gubernur Anies mengapresiasi diskusi ini karena membahas Inovasi Layanan dalam Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Berbasis Gender (GBV) sebagai bagian dari pemulihan sosial inklusif di DKI Jakarta.

Hal ini karena belakangan ini di Jakarta sempat terjadi kekerasan terhadap perempuan yang dilakukan oleh anggota PPSU. Meskipun akhirnya Pemprov DKI mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan petugas tersebut, serta menyerahkan kasusnya ke kepolisian.

"Kejadian ini membuktikan bahwa Jakarta memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap perempuan, yang mencakup upaya menyeluruh mulai dari pencegahan hingga rehabilitasi. Bahkan, kami selalu aktif menjalankan kampanye dalam memerangi GBV dan mengajak seluruh Walikota yang hadir di sini untuk berpartisipasi dalam kampanye ini melalui berbagai informasi dan komunikasi," kata Anies.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta sejak awal telah memasukkan perlindungan terhadap perempuan dan anak dalam klasifikasi kegiatan strategi daerah serta masuk dalam kegiatan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Jakarta.

Hal ini untuk menjadikan Jakarta mampu melindungi empat kelompok rentan, yaitu lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan anak.

"Jika keempat kelompok rentan tersebut dapat terlindungi dengan baik, maka perlindungan untuk seluruh warga Jakarta juga akan berjalan dengan baik," ucapnya.

Beberapa program tersebut, di antaranya Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang sudah berstandar ISO hingga unit reaksi cepat dengan layanan 24 jam. Terdapat pula pengaduan di 19 lokasi di seluruh Jakarta, Rumah Aman, dan Jakarta Siaga dengan nomor telepon di 112.

Selain itu, UNDP dan Pemprov DKI Jakarta menyadari bahwa Urban 20 (U20) dapat menjadi platform yang kuat untuk berbagi pengetahuan dan berkolaborasi dengan para pemimpin kota dalam mengatasi hambatan sosial ekonomi dan lingkungan sebagai upaya pemulihan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan pasca pandemi COVID- 19.

Selain Anies, acara tersebut dihadiri oleh Officer in Charge UNDP Indonesia, Mr. Nicholas Booth, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, pakar dari Seoul Policy Center, Hye Young Park, serta Delegasi Kota dari Mumbai, India, Iqbal Singh Qhalal, Delegasi Kota dari Lima, Peru, Jhosselyn Jheydi, dan Delegasi Kota dari Quito, Ekuador, Juan Manuel Carrion.






Baca juga artikel terkait KEKERASAN SEKSUAL atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight