Maulid Nabi Muhammad SAW 2022

Tujuan Memperingati Maulid Nabi Beserta Hukumnya

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif, tirto.id - 7 Okt 2022 14:35 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Tujuan dan alasan penting memperingati maulid Nabi atau hari lahirnya Rasulullah SAW.
tirto.id - Tujuan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW di antaranya sebagai wujud rasa bahagia, gembira, dan mensyukuri kelahiran Rasulullah, mendengarkan dan meneladani sifat serta perilaku rasul, hingga sebagai sarana meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.

Umat Islam Indonesia telah memasuki bulan Rabiul Awal 1444 H sejak 27 September 2022 lalu.

Pada bulan ini, sebagian besar muslim di nusantara mengadakan perayaan untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.


Hari lahirnya Nabi Muhammad SAW diperkirakan terjadi pada Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (570 Masehi) silam di Kota Makkah, Arab Saudi dari pasangan Sayyid Abdullah dan Sayyidah Aminah Ra.

Hukum Merayakan Maulid Nabi


Hukum merayakan maulid Nabi Muhammad SAW adalah bidah hasanah, sesuatu yang tidak dicontohkan Rasulullah SAW maupun para sahabatnya.

Namun, perayaan tersebut mempunyai kebaikan dan tidak bertentang dengan isi Al-Qur’an maupun Al-Hadis.

Dilansir laman MUI, perayaan maulid Nabi Muhammad SAW memiliki argumentasi yang kuat.

Hal ini sebagaimana tindakan Rasulullah SAW yang senantiasa berpuasa pada hari Senin, karena Senin adalah hari di mana Rasulullah SAW dilahirkan ke dunia.

Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Abu Qotadah sebagai berikut:

Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: ‘Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku,’”(HR. Muslim).

Website Muhammadiyah menuliskan bahwa perayaan maulid Nabi Muhammad SAW tidak ada larangannya. Meskipun demikian, dalam perayaannya harus memperhatikan aspek-aspek yang hanya diperbolehkan agama.

Jalaludin As-Suyuthi (Imam Suyuthi): seorang ulama sekaligus cendekiawan muslim Mesir dalam kitab Husnul Maqshid fi Amalil Maulid, menjelaskan mengenai hal-hal yang dapat dilakukan dalam perayaan maulid sebagai berikut:

Bahwa asal perayaan Maulid Nabi Muhammad, yaitu manusia berkumpul, membaca al-Qur’an dan kisah-kisah teladan kemudian menghidangkan makanan yang dinikmati bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu termasuk bid’ah hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi, menampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad yang mulia.”

Alasan Penting Merayakan Maulid Nabi


Perayaan maulid Nabi Muhammad SAW bersifat penting karena mengandung banyak hikmah dalam pelaksanaannya.

Berikut beberapa alasan pentingnya merayakan peringatan maulid untuk dilaksanakan umat Islam setiap tahun.

Pertama, maulid dirayakan sebagai wujud rasa bahagia dan gembira atas lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Dalam sebuah riwayat hadis dari Imam Bukhari, dijelaskan bahwa Abu Lahab (paman Nabi) begitu bahagia ketika Rasulullah SAW dilahirkan.

Begitu bahagianya Abu Lahab hingga membuatnya memerdekakan salah seorang budak bernama Tsuwaibah Al-Aslamiyah. Meskipun dalam perjalanannya, Abu Lahab justru menentang dakwah keponakannya tersebut.

Namun, diterangkan dalam hadis di atas bahwa setiap malam senin Allah SWT meringankan siksa kubur Abu Lahab, karena dirinya pernah begitu bahagia ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan.

Kedua, Allah SWT memerintahkan kepada umat Islam untuk berbahagia atas rahmat dan pertolongan-Nya.

Rahmat terbesar Allah SWT yang diberikan para muslim adalah dilahirkannya Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Anbiya sebagai berikut:

Kami tidak mengutus engkau [Nabi Muhammad], kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam,” (QS. Al-Anbiya [21]:107).

Ketiga, maulid nabi adalah salah satu perayaan yang dapat diisi dengan kegiatan ibadah, mulai dari membaca Al-Qur’an, bersalawat, hingga menceritakan kisah suri teladan Nabi Muhammad SAW semasa hidup.

Hal ini tentu memiliki imbas baik bagi muslim, karena dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan.


Baca juga artikel terkait MAULID NABI 2022 atau tulisan menarik lainnya Syamsul Dwi Maarif
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Dhita Koesno

DarkLight