Pertahanan dan Keamanan

Tugas TNI: Sejarah, Peran, & Fungsinya sebagai Alat Pertahanan RI

Oleh: Iswara N Raditya - 31 Maret 2021
Dibaca Normal 2 menit
TNI punya sejarah panjang sejak proklamasi kemerdekaan RI dan memiliki tugas, peran, dan fungsi sebagai alat pertahanan negara.
tirto.id - Tentara Nasional Indonesia (TNI) punya sejarah panjang sejak masa proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tanggal 17 Agustus 1945. Lantas, apa saja tugas, peran, dan fungsi TNI sebagai alat pertahanan negara?

Terbentuknya TNI sebagai angkatan bersenjata RI telah melalui beberapa kali pergantian nama. Adam Malik dalam Riwayat dan Perjuangan Sekitar Proklamasi Kemerdekaan (1970) menuliskan, pada 22 Agustus 1945 berdiri Badan Keamanan Rakyat (BKR).

BKR dibentuk sebagai kelengkapan negara sekaligus untuk menghadapi para tentara Jepang yang masih ada di Indonesia.

Seiring kedatangan pasukan Sekutu yang diboncengi Belanda dengan wujud NICA, fungsi BKR pun ditingkatkan.

Melalui Maklumat Pemerintah tanggal 5 Oktober 1945, nama BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), demikian dikutip dari buku Sejarah TNI-AD 1945-1973 (1990).

Sebutan angkatan perang Republik Indonesia mengalami perubahan menjadi Tentara Keselamatan Rakyat, singkatannya tetap TKR, sejak tanggal 7 Januari 1946.


Pada 26 Januari 1946, dilansir Memoar Perjuangan Menegakkan Negara Proklamasi 17 Agustus 1945 (1985) karya A. Eryono, dan kawan-kawan, diterbitkan maklumat pergantian nama dari TKR menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI)

Nama TNI baru diresmikan oleh Presiden Sukarno pada 3 Juni 1947 untuk menggantikan TRI sebagai alat pertahanan negara atau angkatan perang Republik Indonesia.

Setelah penyerahan kedaulatan dari Belanda pada 27 Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu, maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS).


Tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Berikutnya, pada 1962, terjadi penyatuan antara organisasi angkatan perang dan kepolisian menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Penggunaan nama ABRI diterapkan cukup lama, yakni selama sisa Orde Lama di era Presiden Sukarno kemudian sepanjang era Orde Baru di bawah rezim Presiden Soeharto.

Seiring runtuhnya Orde Baru karena Reformasi 1998, tiga angkatan militer yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, dikembalikan menjadi TNI, serta terpisah dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang memiliki institusi sendiri.


Peran, Fungsi, dan Tugas TNI

Berikut ini peran, fungsi, dan tugas TNI seperti dikutip dari laman website resmi TNI:


PERAN

TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.


FUNGSI

1. TNI sebagai alat pertahanan negara, berfungsi sebagai:

(a) Penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.

(b) Penindak terhadap setiap bentuk ancaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf (a).

(c) Pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan.

2. Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), TNI merupakan komponen utama sistem pertahanan negara.



TUGAS

1. Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

2. Tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan:

(a) Operasi militer untuk perang
(b) Operasi militer selain perang, yaitu untuk:
  • Mengatasi gerakan separatis bersenjata
  • Mengatasi pemberontakan bersenjata
  • Mengatasi aksi terorisme
  • Mengamankan wilayah perbatasan
  • Mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis
  • Melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri
  • Mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya
  • Memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta
  • Membantu tugas pemerintahan di daerah
  • Membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang
  • Membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia
  • Membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan
  • Membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue)
  • Membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan dan penyelundupan.
3. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.


Baca juga artikel terkait PERTAHANAN DAN KEAMANAN atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Agung DH
DarkLight