Trump Akhirnya Setuju Transisi Administrasi ke Joe Biden

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 24 November 2020
Dibaca Normal 1 menit
Setelah menuding adanya kecurangan dalam Pilpres Amerika Serikat 3 November 2020, akhirnya Donald Trump setuju untuk melakukan trasisi administrasi.
tirto.id - Setelah adanya penolakan selama beberapa minggu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (23/11/2020), akhirnya mengizinkan para pejabat untuk melanjutkan proses transisi administrasi ke presiden terpilih periode selanjutnya, Joe Biden.

Izin ini memberikan akses bagi rivalnya pada pemilu AS tahun ini untuk mengakses keamanan, ruang kantor, dan pejabat pemerintah saat ia menjabat pada 20 Januari 2021, dikutip dari Antara.

Trump mengatakan badan federal yang mengawasi penyerahan wewenang administrasi harus melakukan kebijakannya. “Demi kepentingan terbaik negara kita, saya merekomendasikan Emily dan timnya melakukan apa yang perlu dilakukan sehubungan dengan protokol awal, dan telah memberi tahu tim saya untuk melakukan hal yang sama,” Trump dikutip BBC.

Situs web transisi yang digunakan Biden pun kini telah berubah menjadi domain pemerintah AS. Dia pun akan mengumumkan orang-orang yang akan menempati kabinetnya pada hari Selasa waktu AS (Rabu waktu Indonesia).

Sebelumnya, Donald Trump menuduh adanya kecurangan pemilih yang luas pada pemilu 3 November lalu. Sayangnya ia tak memberikan bukti. Meskipun Trump belum mengakui kemenangan Biden sejak dua pekan lalu, pengumuman Trump memberikan persetujuan bagi Biden lakukan transisi pemerintahan merupakan langkah pengakuan kekalahannya.

Pengumuman tersebut dilakukan tak lama usai para pejabat di Michigan mengesahkan Biden sebagai pemenang di negara bagian mereka.

“Keputusan hari ini adalah langkah yang diperlukan untuk mulai menangani tantangan yang dihadapi bangsa kita, termasuk mengendalikan pandemi dan ekonomi kita kembali ke jalurnya,” ungkap salah seorang tim Joe Biden menanggapi persetujuan Trump tersebut.

Administrator General Services Administration (GSA) Emily Murphy, yang ditugaskan secara resmi untuk memulai pergantian presiden, mengatakan bahwa dana yang tersedia untuk presiden terpilih setidaknya 6,3 juta dolar AS.

Sementara itu, Murphy pun mengalami berbagai kritik dari kedua sisi politik karena gagal memulai proses transisi pemerintahan lebih cepat. Ia pun mengatakan tidak menerima tekanan dari Gedung Putih terkait pelaksanaan masa transisi tersebut.

“Saya memang, bagaimana pun, menerima ancaman secara online, melalui telepon, dan melalui surat yang ditujukan untuk keselamatan saya, keluarga saya, staf saya, dan bahkan hewan peliharaan saya dalam upaya memaksa saya membuat keputusan ini sebelum waktunya,” kata Murphy dalam sebuah surat kepada Biden.

“Bahkan dalam menghadapi ribuan ancaman, saya tetap berkomitmen untuk menegakkan hukum,” lanjutnya.

Pemilu AS pada tahun ini mempertemukan Donald Trump dari Partai Republik dengan Joe Biden dari Partai Demokrat. Pemungutan suara telah dilakukan pada 3 November 2020 lalu. Joe Biden memenangkan 306 suara elektoral yang dihitung per-negara bagian, dengan batas minimal 270 bagi setiap calon presiden di setiap negara bagian.

Sementara itu, Trump mendapatkan 232 suara elektoral. Biden pun mengungguli Trump dengan enam juta suara lebih banyak dalam perhitungan suara populer.


Baca juga artikel terkait PILPRES AMERIKA SERIKAT atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Politik)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Yantina Debora
DarkLight