Triawan Munaf Respons Kabar Dirinya Jadi Komut Garuda Indonesia

Oleh: Hendra Friana - 21 Januari 2020
Mantan Kepala Bekraf, Triawan Munaf, berkomentar soal kabar dirinya bakal ditunjuk untuk mengisi jabatan Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero).
tirto.id - Mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, dikabarkan bakal ditunjuk untuk mengisi jabatan Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

Saat dikonfirmasi, Triawan tak mau banyak berkomentar kabar yang beradar di kalangan wartawan tersebut. Kendati demikan, ia menyatakan siap jika dirinya memang diminta untuk menduduki jabatan tersebut.

Ia meminta publik menunggu pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa GIAA yang akan berlangsung besok, Rabu (22/1/2020).

"Tunggu saja besok, kalau memang iya, kalau enggak enggak apa-apa," ujar Triawan kepada Tirto, Selasa (21/1/2020) malam.

Ayah dari Sherina Munaf itu juga menyampaikan bahwa dirinya mendapat banyak tawaran usai masa jabatannya sebagai Kepala Bekraf selesai.

Namun, ia menyebut belum ada tawaran sebagai Komut Garuda dari Erick Thohir. "Enggak lah, enggak ada (tawaran langsung jadi Komut Garuda). Kalau setelah Bekraf tawaran banyak," kata Triawan.

"Kalau saya sering ketemu Pak Menteri dari Asian Games kan bareng dia, sama-sama logonya," imbuhnya.

RUPS Luar Biasa yang digelar Garuda Indonesia sendiri dikabarkan bakal menetapkan susunan manajemen baru perusahaan yang beberapa anggota direksinya diberhentikan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Di luar Triawan Munaf, beredar pula nama jajaran komisaris garuda seperti Chairul Tanjung yang disebut bakal menjadi Wakil Komisaris Uama Garuda. Meski demikian, Tirto belum dapat mengonfirmasi hal tersebut kepada Chairul Tanjung.

Sementara Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, sebelumnya sempat mengatakan bahwa calon direktur dan komisaris utama Garuda sudah akan berasal dari eksternal perusahaan.



Baca juga artikel terkait GARUDA INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight