Menuju konten utama
Pencegahan COVID-19

Tren Kenaikan Kasus Usai Libur Lebaran Masih Harus Diwaspadai

Tren kenaikan kasus positif COVID-19 usai libur Lebaran 2021 masih harus diwaspadai.

Tren Kenaikan Kasus Usai Libur Lebaran Masih Harus Diwaspadai
Ilustrasi Corona. foto/istockphto

tirto.id - Perkembangan kasus COVID-19 harian dan kasus aktif di Indonesia masih terkendali. Namun tren peningkatan kasus usai libur Lebaran masih akan berlangsung hingga sekitar dua minggu ke depan. Tetap terapkan protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

“Perkembangan kasus konfirmasi harian dan kasus aktif masih terkendali. [Namun] kalau kita lihat bahwa sesudah liburan Idulfitri diperkirakan akan ada tetap kenaikan dalam dua minggu ke depan,” ujarnya usai mengikuti Rapat Terbatas Penanganan Pandemi COVID-19 yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di Jakarta, Senin (07/06/2021), dikutip dari Setkab.

Menurut Airlangga, kebijakan penyekatan di sejumlah titik selama masa peniadaan mudik Lebaran 2021 berjalan optimal dalam menekan laju penyebaran COVID-19 usai libur panjang.

“(Saya) berterima kasih kepada jajaran TNI-Polri bahwa penyekatan selama Lebaran dan kemarin pasca Lebaran telah berjalan dengan optimal,” ujar Airlangga.

Perkembangan kasus aktif serta tingkat kesembuhan secara nasional per 6 Juni 2021 masih lebih baik dibandingkan dengan kasus global, menurut Airlangga.

“Tingkat kasus aktif per 6 Juni 5,3 persen, ini lebih baik dari global yang 7,5 persen. Kesembuhannya 91,9 persen, lebih baik dari global yang 90,3 persen. Kematian memang masih tinggi dari global yaitu 2,8 persen, sementara global 2,1 persen,” katanya.

Selain itu, jumlah kasus mingguan per satu juta penduduk Indonesia juga relatif lebih baik dibanding sejumlah negara di dunia.

“Kalau kita bandingkan dengan negara-negara lain, jumlah kasus mingguan per satu juta penduduk Indonesia relatif lebih baik. Indonesia 147 orang per satu juta penduduk, Malaysia 1.607 per satu juta penduduk, India 662 per satu juta penduduk, demikian pula Prancis 731 per satu juta penduduk,” ujarnya.

Jumlah kasus COVID-19 yang aktif saat ini mayoritas terdapat di Pulau Jawa yaitu sebesar 52,4 persen. Provinsi yang berkontribusi 65 persen terhadap kasus aktif, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Papua, dan Riau. Pulau Jawa berkontribusi 52,4 persen terhadap kasus aktif nasional.

Sementara untuk tingkat ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) ruang isolasi dan ICU, ungkap Airlangga, terdapat lima provinsi dengan BOR di atas 50 persen, lebih tinggi dari BOR nasional yang berada di angka 40 persen.

“BOR rata-rata sudah 40 persen, dan terdapat lima provinsi yang BOR-nya di atas 50 persen, yaitu Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Jambi, dan Riau,” ujarnya.

Hingga 7 Juni 2021, total kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 1.856.038 dengan jumlah sembuh sebanyak 1.705.917 dan kasus meninggal 51.612.

Sementara jumlah vaksinasi mencapai 17.775.918 yang melakukan tahap pertama, sedangkan yang sudah selesai melakukan vaksinasi tahap dua sebanyak 11.197.069.

Banner BNPB Info Lengkap Seputar Covid19

Banner BNPB. tirto.id/Fuad

Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan lainnya dari Yantina Debora

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH