Transaksi 2018 Terkerek 3 Kali Lipat, Bukalapak: dari Warung & Toko

Oleh: Hendra Friana - 10 Januari 2019
Total transaksi Bukalapak meningkat tiga kali lipat selama tahun 2018 dibanding tahun sebelumnya.
tirto.id - Total transaksi Bukalapak selama tahun 2018 meningkat tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh transaksi mitra Bukalapak dari toko kelontong dan warung.

Saat ini, Bukalapak mencatat Gross Merchandise Value (GMV), volume transaksi, Bukalapak sudah tembus Rp4 triliun per bulan.

CEO Buka Lapak Ahmad Zaky mengatakan hingga akhir 2018 tercatat sudah ada 500 ribu toko kelontong dan warung yang bergabung dan memanfaatkan sejumlah fitur yang disediakan Bukalapak.

"Transaksi dari warung dan kelontong itu sekitar 20 persen dari keseluruhan di platform kami," kata Zaky dalam konferensi pers di JCC, Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2019).

Memang, nilai transaksi mitra Bukalapak dari warung lebih sedikit dibanding transaksi secara online. Namun, Zaky bilang, pertumbuhan transaksi mitra offline Bukalapak lebih tinggi dibanding yang online.

Meskipun, mitra Bukalapak itu sebenarnya ditujukan untuk mendorong penetrasi digital usaha-usaha mikro dan kecil di Indonesia. Dengan terhubungnya mereka ke teknologi, ia yakin warung-warung dan toko kelontong tersebut dapat naik kelas.

Selain itu, toko-toko ritel tersebut juga ceruk pasar yang cukup menjanjikan. Zacky bilang, ada sekitar 50 juta toko ritel di Indonesia. "Sementara yang ditargetkan sama buka lapak untuk jadi mitra hanya 3-5 juta," tuturnya.

Selain itu, Bukalapak juga menggandeng 700 ribu pelaku usaha mandiri untuk bergabung dengan platform e-commerce tersebut. Jumlah pelapak yang tercatat hingga saat ini telah mencapai 4 juta sementara jumlah pengguna sudah mencapai 50 juta orang.

Untuk meningkatkan transaksi, Bukalapak rajin bekerja sama dengan perusahaan lain termasuk pemerintah. Baru-baru ini, Bukalapak menyediakan layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Jawa Barat (Jabar). Zaky menegaskan, bahwa kolaborasi seperti akan digencarkan di 2019.


Baca juga artikel terkait E-COMMERCE atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Maya Saputri