Tradisi Perayaan Imlek dan Keistimewaan Warna Merah

Oleh: Febriansyah - 4 Februari 2019
Dibaca Normal 2 menit
Keistimewaan warna merah yang merupakan warna keberuntungan etnis Tionghoa.
tirto.id - Imlek 2019 dirayakan besok Selasa, 5 Februari 2019. Makanan khas Tionghoa, lampion, kertas, petasan hingga angpau serba merah turut meriuhkan Tahun Baru Cina.

Imlek memang selalu identik dengan warna merah. Bagaimana warna merah begitu dikaitkan dengan Imlek?

Legenda warna merah ini dimulai dengan Nian, binatang buas yang akan meneror penduduk desa di Tahun Baru. Binatang ini memakan tanaman, ternak, dan bahkan anak-anak. Tetapi penduduk desa mengetahui bahwa binatang setengah banteng dengan kepala singa ini takut akan tiga hal: api, kebisingan, dan warna merah.

Orang-orang kemudian mulai memakai warnah merah. Nian dikalahkan, dan sejak saat itu, warna merah dianggap membawa keberuntungan bagi orang Cina.


Orang-orang Cina juga mengenal Ben Ming Nian yang mengacu pada tahun binatang zodiak tempat seseorang dilahirkan. Di Cina, masing-masing memiliki tanda binatang yang ditentukan oleh tanggal lahir bulan. Secara keseluruhan, ada dua belas tanda binatang yang masing-masing mengalami siklus 12 tahun.

Jadi, setiap dua belas tahun, seseorang akan memenuhi tahun tanda kelahirannya. Tahun 2019 adalah tahun Babi, jadi orang-orang akan bertemu dengan Ben Ming Nian mereka pada 2019 hingga Januari 2020.

Orang-orang selama Ben Ming Nian mudah bertemu Tai Sui yang merupakan Dewa legendaris yang bertanggung jawab atas kekayaan rakyat. Kekayaan mereka biasanya berfluktuasi sepanjang tahun. Banyak hal buruk seperti penyakit, kerugian finansial, perselingkuhan, dan hal buruk lainnya mungkin terjadi pada mereka.

Karena Ben Ming Nian dianggap sebagai tahun yang sial, orang-orang yang berada di tahun zodiak ditakdirkan untuk menghadapi banyak masalah dan hambatan. Salah satu solusinya, Orang Cina percaya bahwa mengirimkan hadiah yang tepat kepada Ben Ming Nian dapat membantu mereka meningkatkan keberuntungan mereka.

Dalam budaya tradisional Cina, merah adalah warna keberuntungan yang dapat mengusir roh jahat. Karena itu, ada baiknya memilih sesuatu yang berwarna merah seperti syal merah, ikat pinggang merah, pakaian merah dan lainya untuk seseorang di tahun zodiaknya sebagai hadiah.

”Biasanya lentera merah digantung di luar pintu untuk menangkal nasib buruk. Juga kertas guntingan merah digunakan sebagai hiasan untuk digantung di dinding. Jika Anda tinggal di dekat lingkungan Cina Anda harus dapat membeli barang-barang ini. Anda juga bisa membuat guntingan sendiri. Ini adalah sejarah di balik Tahun Baru Cina,” jelas Karen Katz.


Tapi apa sebenarnya makna warna merah dalam penelitian?

Dalam penelitian di Sekolah Internasional untuk Studi Lanjut (SISSA) di Trieste dan baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports menyatakan bahwa visi adalah indera utama yang kita gunakan untuk membimbing kita dalam pilihan makanan. Untuk mengevaluasi asupan kalori, para peneliti mengandalkan "kode warna".

Hasilnya, para peneliti menemukan warna merah pada makanan menunjukkan semakin bergizi makanan tersebut.

"Dalam makanan alami, warna dapat digunakan untuk memprediksi kalori yang baik. Semakin merah makanan yang tidak diolah, semakin besar kemungkinannya untuk bergizi, sementara makanan hijau cenderung rendah kalori," jelas Francesco Foroni, peneliti SISSA dan salah satu penulis penelitian.

"Para peserta dalam percobaan kami menilai makanan yang warnanya cenderung merah lebih tinggi kalori, sedangkan yang sebaliknya berlaku untuk sayuran hijau. Ini juga berlaku untuk makanan olahan, atau makanan yang dimasak, di mana warna kehilangan efektivitasnya sebagai indikator kalori," tambah Giulio Pergola, rekan Foroni dalam penelitian.

Penelitian lain dipublikasikan oleh Journal of Experimental Psychology: General yang menjelaskan, hanya dengan mengenakan warna merah atau dibatasi oleh rona kemerahan membuat pria lebih menarik dan diinginkan secara seksual oleh wanita dan wanita tidak menyadari efek yang membangkitkan gairah ini.

“Pesona warna merah pada akhirnya terletak pada kemampuannya untuk membuat pria tampil lebih kuat. Kami menemukan bahwa wanita memandang pria berbaju merah sebagai status yang lebih tinggi, lebih mungkin menghasilkan uang dan lebih cenderung naik tangga sosial. Dan penilaian status tinggi inilah yang mengarah pada ketertarikan," kata Andrew Elliot, profesor psikologi di University of Rochester yang menulis penelitian seperti dilansir University of Rochester.

Baca juga artikel terkait HARI RAYA IMLEK atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Gaya Hidup)


Penulis: Febriansyah
Editor: Yulaika Ramadhani