Tradisi Imlek 2021: Arti Kue Keranjang & Barongsai Tahun Baru Cina

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 12 Februari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Arti kue keranjang dan barongsai dalam perayaan Imlek Tahun Baru Cina 2021.
tirto.id - Kue keranjang dan barongsai adalah dua hal yang sangat lekat dengan perayaan Imlek 2021 atau Tahun Baru Cina yang jatuh pada tanggal 12 Februari. Kue keranjang atau disebut juga kue beras ketan adalah hidangan yang hampir selalu ada waktu Imlek.

Kue beras ketan dipercaya sebagai hidangan yang menyimbolkan "meraih posisi tinggi di pekerjaan atau keberuntungan setiap tahun," kata Lee Man Sing, executive chef restoran Mott 32, seperti dikutip Antara News pada Jumat (12/2/2021).

Dengan sejarah lebih dari 1.000 tahun, kue beras ketan memiliki banyak variasi karena perbedaan adat istiadat di berbagai daerah di China. Di China Selatan, ada pilihan kue beras manis dan gurih, sedangkan di Hong Kong, kue manis berwarna merah tua lebih umum.

"Kue beras ketan ala Kanton hanyalah campuran tepung beras ketan dengan gula lempengan cair," jelas chef Lee. Adonan kemudian dikukus dan didiamkan hingga mendingin pada suhu ruangan. Meskipun kuenya bisa disajikan apa adanya, menggoreng kuenya juga populer di kalangan keluarga.

Untuk penyajiannya, chef Lee suka mengiris lontong menjadi ukuran sekali gigit, lalu menumisnya dengan satu telur kocok. Telur menambahkan lapisan tekstur ekstra, membuat kue sedikit renyah di bagian luar, namun tetap kenyal di bagian dalam.

Makna Barongsai di Tahun Baru Cina


Tradisi tari barongsai selama perayaan Imlek dipercaya dapat membawa kemakmuran dan keberuntungan di tahun yang akan datang. Selain itu, tradisi ini juga menciptakan suasana meriah dan membawa kebahagiaan.

Dilansir China Highlights, singa yang menjadi barongsai itu sendiri melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan keunggulan. Selain sosok singa itu sendiri, barongsai juga memiliki makna pada bentuk atau tampilan kostumnya.

Warna kostum melambangkan makna yang berbeda-beda. Kuning melambangkan bumi (pusat), hitam melambangkan air (utara), hijau melambangkan kayu (timur), merah melambangkan api (selatan), dan putih melambangkan logam (barat).

Tanduk melambangkan hidup dan regenerasi. Simbol ini mewakili unsur perempuan. Sementara dahi dan jenggot berasal dari naga yang berarti simbol kekuatan, kepemimpinan dan mewakili unsur laki-laki.

Lalu, telinga dan ekor mewakili kebijaksanaan dan keberuntungan. Bagian ini dibuat seolah menggambarkan barongsai sebagai makhluk mistis.

Di belakang kepala terdapat kura-kura yang merupakan simbol umur panjang. Kemudian, pada tulang belakang merupakan ular yang mewakili pesona dan kekayaan.


Baca juga artikel terkait IMLEK atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Addi M Idhom
DarkLight