TPNPB Bantah Korban Mutilasi di Timika Anggota Pro Kemerdekaan

Reporter: Adi Briantika, tirto.id - 8 Sep 2022 11:29 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom menegaskan korban mutilasi di Timika bukan anggota pro kemerdekaan.
tirto.id - Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom merespons perihal korban mutilasi di Timika merupakan afiliator pihaknya. Ia menegaskan mereka bukan anggota pro kemerdekaan.

“Saya cek ke seluruh pimpinan dan anggota wilayah batalion-batalion, kompi-kompi hingga regu dan peleton, serta semua anggota intelijen, telah saya pastikan bahwa mereka semua ada dan sehat. Tidak ada pasukan saya yang korban,” kata Sebby menirukan Brigjen Egianus Kogeya, Panglima KODAP III Ndugama, dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 September 2022.

“Mereka menyebut ada keterlibatan anggota Egianus Kogeya, itu sangat tidak benar dan itu merupakan pembohongan publik. Dengan jujur dan tegas kami klarifikasi bahwa keempat warga asal Kabupaten Nduga yang dimutilasi oleh militer Indonesia adalah benar-benar warga sipil,” sambung dia.

Arnold Lokbere, Anis Tini, Irian Narigi, dan Lemaniol Nirigi tewas dianiaya dan dimutilasi oleh enam personel Brigade Infanteri Raider 20/Ima Jaya Keramo. Berdasar versi aparat, Arnold dkk dipancing oleh pelaku untuk membeli senjata jenis AK-47 dan FN seharga Rp250 juta.

Setelah korban dipastikan bersedia untuk transaksi senjata, para pelaku mengatur strategi dengan memancing korban untuk datang ke lahan kosong di SP I. Di situlah keributan terjadi, sehingga korban diduga dianiaya di lahan sekitar musala sebelum dimutilasi.

Potongan tubuh dimasukkan ke dalam enam karung yang terbagi dari satu karung berisi kepala korban, satu karung berisi kaki, dan empat karung berisi badan. Karung-karung itu diisi pula oleh batu. Lantas karung itu dilempar ke Sungai Pigapu.



Baca juga artikel terkait MUTILASI WARGA PAPUA atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Abdul Aziz

DarkLight