Toyota Apresiasi Insentif Pajak Vokasi 200 Persen Tingkatkan SDM

Oleh: Shintaloka Pradita Sicca - 28 November 2017
Insentif pajak dinilai sangat pas diterapkan karena sesuai program pemerintah. Dengan begitu, industri memberikan kesempatan untuk generasi muda mendapatkan vokasi sesuai disiplin ilmu.
tirto.id - Di tengah perkembangan teknologi, peningkatan kualitas tenga kerja masih menjadi perhatian pelaku usaha. Inisiasi pemerintah melalui Kementeri Perindustrian untuk memberikan insentif pajak (tax allowance) 200 persen untuk vokasi, tentu disambut positif oleh pelaku usaha.

Tax allowance dinilai sangat pas diterapkan karena sesuai program pemerintah sehingga industri memberikan kesempatan untuk generasi muda mendapatkan vokasi sesuai disiplin ilmu. Hasilnya kemudian, dapat memberikan manfaat kembali kepada industri.

“Ada insentif seperti itu baguslah, pasti akan mendorong industri lebih semangat (bertumbuh),” ucap Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono di Forum Group Discussion Jakarta pada Senin (27/11/2017).

Saat ini kontribusi sektor industri sebanyak 20 persen berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Sedangkan isi Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN), menargetkan kontribusi mencapai 30 persen. Sehingga, paling penting adalah kinerja untuk meningkatkan kontribusi produk domestik bruto (PDB) industri.

“Jadi yang penting adalah, practical activity, apa yang bisa dilakukan agar sumbangsih industri kita ini sampai 30 persen. Yang paling penting bukan masalah deindustrialisasi dan industrilisasi, melainkan adalah bagaimana menyiapkan sumber daya manusia maupun tekonologi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa SDM adalah pilar dari pertumbuhan industri. “Betapa pentingnya people, walaupun tekonologinya meningkat, tidak mungkin menyingkirkan SDM,” ucapnya.

Menyiapkan kualitas tenaga kerja atau sumber daya manusia menurutnya tetap sangat penting dalam era industri yang sangat kompetitif. Walaupun teknologi meningkat, bukan berarti dapat menggantikan SDM.

Misalnya industri otomotif Toyota, SDM hanya 9 ribu untuk assembly, di Toyota Astra Motor (TAM) 1.500 pegawai. Semua totalnya hanya 11 ribu tenaga kerja. “Jadi, saya selalu ngomong kalau kita sangat sensitif terhadap industri itu, karena jumlah orangnya banyak,“ ucapnya.

Baca juga artikel terkait PAJAK atau tulisan menarik lainnya Shintaloka Pradita Sicca
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Yuliana Ratnasari