Bursa Transfer Pemain

Tottenham Hotspur dan Alasan Gareth Bale Ingin Kembali

Oleh: Iswara N Raditya - 18 September 2020
Dibaca Normal 1 menit
Gareth Bale pernah mengalami masa-masa terindah di Tottenham Hotspur sebelum pindah ke Real Madrid.
tirto.id - Gareth Bale dikabarkan akan segera kembali ke Tottenham Hotspur dari Real Madrid. Winger tim nasional Wales ini pernah merasakan masa-masa yang paling indah bersama Spurs sebelum memutuskan pindah ke Los Blancos pada 2013 silam dengan mahar 77 juta paun.

Jonathan Barnett selaku agen Bale mengungkapkan, pihaknya sudah menggelar negosiasi untuk mengeluarkan sang pemain dari Santiago Bernabeu. Barnett juga mengatakan bahwa Tottenham Hotspur adalah klub yang ingin dituju Bale selanjutnya.

"Gareth [Bale] tidak pernah lebih dekat dengan pintu keluar Madrid sejak 7 tahun terakhir. Kami masih bernegosiasi. Kami akan lihat bagaimana kelanjutannya,” sebut Barnett kepada BBC Wales Sport, Kamis (17/9/2020).

Jumat (18/9/2020) waktu setempat, Bale dilaporkan sudah berada di London, markas Spurs. Ia datang langsung dari Madrid dengan memakai jet pribadi. Boleh jadi sebentar lagi Bale akan benar-benar kembali berseragam Tottenham Hotspur.

Masa Indah Bale di Tottenham Hotspur

Gareth Bale menandatangani kontrak empat tahun dengan Tottenham Hotspur pada 25 Mei 2007, usianya masih 18 tahun kala itu. Biaya transfer awal untuk memboyong sang pemain dari Southampton saat itu adalah 5 juta paun, nominal yang kelak meningkat berlipat ganda saat dilego ke Real Madrid.

Bale pada akhirnya memang menjadi pemain yang sangat penting bagi The Lilywhites kendati musim-musim awalnya cukup sulit. Di musim debutnya bareng Spurs, 2007/2008, Bale hanya tampil di 8 pertandingan Premier League dengan menyumbangkan 2 gol.

Musim 2009/2020, jumlah penampilan Bale meningkat, yakni 16 laga kendati tidak mencetak gol di Premier League musim itu. Baru pada musim berikutnya, ia mulai memberikan pengaruh yang cukup signifikan di Tottenham Hotspur.

Selama 6 musim memperkuat Spurs, Bale menorehkan 203 pertandingan di semua ajang dengan koleksi 55 gol. Jumlah gol ini terbilang bagus karena Bale pada awalnya bukan sosok winger atau striker sayap seperti ia dikenal sekarang.

Posisi asli Bale sebenarnya adalah seorang wing back alias bek sayap, dan itulah peran yang dijalaninya di awal-awal membela Tottenham Hotspur.

Lantaran kelincahan, kecepatan, serta naluri mencetak golnya yang dinilai baik, Bale perlahan-lahan mulai dipercaya mengisi lini sayap serang.


Bale Memang Ingin Pulang ke Spurs

Bale memang belum mampu mengantarkan Spurs meraih trofi juara, namun masa-masa selama merumput di White Hart Lane boleh dikatakan sebagai era emas bagi pemain kelahiran Cardiff tanggal 16 Juli 1989 ini.

Pengaruh Bale bagi Tottenham Hotspur kala itu begitu krusial. Berbeda dengan perannya di Real Madrid yang sarat pemain berlabel bintang. Bale hanya satu dari sekian banyak bintang yang bertebaran di skuad Los Blancos.

Faktor kenyamanan juga berpengaruh. Bale, dengan segenap keistimewaan juga masa-masa ketika ia dibebat cedera, lebih sering diabaikan dalam beberapa musim terakhir, terutama setelah Zinedine Zidane kembali membesut El Real.

Bale memang telah melesakkan 105 gol dalam 251 laga bersama Real Madrid di seluruh ajang sejak 2013 hingga kini. Namun, amat jarangnya Bale dimainkan rupanya juga tidak terlalu berdampak karena skuad Zidane tetap saja mengukir prestasi menawan.

Rasa jengah lantaran sering ditepikan itulah yang kemudian membawa Bale kepada kemungkinan terbaik: pulang ke Tottenham Hotspur, dan memang itu yang diinginkannya.

"Gareth masih mencintai Spurs. Kami berbicara [antara pihak Bale, Real Madrid dan Tottenham Hotspur]. Di situlah dia ingin berada,” tutur sang agen, Barnett, terkait peluang kembalinya Bale ke Spurs.

Ya, itulah alasan mengapa Gareth Bale ingin kembali ke Tottenham Hotspur: pulang ke rumah dan berkumpul lagi dengan orang-orang yang mencintainya dengan tulus.

Baca juga artikel terkait TOTTENHAM HOTSPUR atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Agung DH
DarkLight