Menuju konten utama

Total 125 Jenazah Diidentifikasi di Penutupan Operasi DVI Lion Air

Total 125 jenazah berhasil diidentifikasi hingga hari terakhir operasi identifikasi DVI.

Total 125 Jenazah Diidentifikasi di Penutupan Operasi DVI Lion Air
Petugas PMI dan DVI Polri mengevakuasi jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 dari kapal KN SAR Drupada menuju RS Polri saat tiba di Posko SAR Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (3/11/2018). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso.

tirto.id - Tim Identifikasi Korban Bencana (Disaster Victim Identification/DVI) Polri berhasil mengidentifikasi 16 jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, Jumat (23/11/2018). Sehingga total 125 jenazah korban berhasil diidentifikasi hingga hari terakhir operasi identifikasi.

"Operasi DVI yang dilakukan selama 24 hari (29 Oktober-23 November), kami sudah berupaya maksimal. Hasilnya, penumpang teridentifikasi sebanyak 125 orang dengan rincian laki-laki 89 orang dan perempuan 36 orang," kata Kepala Pusdokkes Polri Brigjen Polisi Arthur Tampi dalam konferensi pers di Jakarta, seeprti dikutip dari Antara.

Dari jumlah 125 jenazah yang teridentifikasi tersebut, ada dua jenazah yang merupakan warga negara asing yaitu, warga Italia (Andrea Manfredi) dan warga India (Bhavye Suneja) sementara sisanya adalah WNI.

Hasil identifikasi hari ini sekaligus menutup rangkaian operasi identifikasi jenazah korban kecelakaan. Jenazah korban yang sudah teridentifikasi tersebut akan langsung diserahterimakan oleh pihak RS Polri pada pihak maskapai dan diteruskan pada pihak keluarga Jumat siang.

Dalam mengidentifikasi seluruh jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, rumah sakit Polri sudah memeriksa 666 sampel DNA dan data postmortem dari 195 kantong jenazah korban.

"Dengan teridentifikasinya 16 jenazah ini dan terperiksanya seluruh sampel yang masuk ke RS Polri, seluruh tahapan operasi DVI terhadap korban jatuhnya pesawat, resmi kami tutup," ujar Arthur menambahkan.

Pesawat nahas Lion Air JT 610 tipe Boeing 737 Max 8 bernomor registrasi PK-LQP jatuh di perairan Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober setelah dilaporkan hilang kontak.

Pesawat yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta (Banten) menuju Bandara Depati Amir Pangkalpinang (Bangka Belitung) itu membawa 189 orang, yang terdiri atas penumpang serta pilot dan awak pesawat.

16 jenazah korban yang teridentifikasi Jumat (23/11/2018) berdasarkan rilis yang diterima Tirto adalah:

1. Hendra Tanjaya (laki-laki; 64 tahun)

2. Muhammad Ikhsan Riyadi (laki-laki; 28 tahun)

3. Agil Septian Nugroho (laki-laki; 23 tahun)

4. Fais Saleh Harharah (laki-laki; 46 tahun)

5. Liu Chandra (laki-laki; 59 tahun)

6. Cici Ariska (perempuan; 27 tahun)

7. Rumadi Ramadhan (laki-laki; 40 tahun)

8. Chandra Hasan (laki-laki; 69 tahun)

9. Ervina Kusumawijayanti (perempuan; 27 tahun)

10. Rangga Adiprana (laki-laki; 38 tahun)

11. Putty Fatikah Rani (perempuan; 19 tahun)

12. Henny Heuw (perempuan; 56 tahun)

13. Arfiyandi (laki-laki; 39 tahun)

14. Bhavye Suneja (laki-laki; 31 tahun; tercatat sebagai pilot)

15. Yoga Perdana (laki-laki; 33 tahun)

16. Sui Di (perempuan; 66 tahun)

Baca juga artikel terkait LION AIR JATUH atau tulisan lainnya dari Yantina Debora

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora