Tol Trans Jawa Siap Dipakai, Berapa Biaya Mudik Pakai Mobil?

Oleh: Dio Dananjaya - 9 Mei 2019
Dibaca Normal 2 menit
Tol Trans Jawa dipastikan jadi rute pilihan pemudik mobil tahun 2019. Berapa dana yang dibutuhkan dan apa saja yang harus disiapkan?
tirto.id - Ruas Tol Jakarta-Cikampek tak pernah sepi. Bagi pengendara yang berniat menuju Tol Cipali atau Tol Cipularang dari arah Bekasi perlu bersabar, sebab mobil bisa tertahan hingga berjam-jam di sana.

Suatu pagi di akhir 2018, saya yang sudah berkendara dari Merak melewati Jakarta, berniat menuju Surabaya. Saya merasakan langsung, proyek tol layang serta kepadatan di sekitar pintu Tol Cikarang Utama jadi penyebab utama kendaraan bisa sampai berhenti lama di ruas tol tersebut.

Selepas itu, hampir tak ada kemacetan berarti sejak Tol Cipali hingga masuk Surabaya. Kepadatan hanya terasa menjelang pintu tol di beberapa daerah. Jalan empat jalur yang membentang lurus puluhan kilometer jadi pemandangan lazim sepanjang perjalanan.

Bosan atau mengantuk pasti akan dirasakan pengemudi. Karena itu sejumlah rest area juga telah disiapkan untuk beristirahat. Meski belum banyak, terdapat sejumlah tempat istirahat besar yang menyediakan SPBU, restoran, musala, dan toilet.

Pengguna Tol Trans Jawa juga bakal disuguhi pemandangan indah di kanan–kiri jalan. Terutama setelah melewati wilayah Semarang yang kontur jalannya menanjak dan menurun. Selain panorama indah, perhatian saya tertuju pada mayoritas jalan yang terbuat dari cor-coran beton dan kondisinya relatif mulus.


Tol Trans Jawa yang saat itu membentang sekitar 760 km dari ibu kota ke Kota Pahlawan memberikan efek perjalanan instan, khususnya buat kendaraan roda empat. Sekitar 10 jam dari Jakarta, saya sudah sampai di Surabaya.

Waktu tempuh ini jelas lebih cepat dibanding saat Tol Trans Jawa belum beroperasi. Jika melewati jalur Pantura, Jakarta–Surabaya umumnya harus ditempuh dalam tempo lebih dari 24 jam secara non-stop.

Berapa biaya mudik pakai mobil?

Kini selang beberapa bulan, ruas tol yang rencananya menghubungkan Merak dengan Banyuwangi telah rampung hingga Probolinggo dengan jarak 962 km. Artinya, rencana Tol Trans Jawa yang total jaraknya mencapai 1.150 km bisa selesai tak lama lagi.

Ruas Tol Merak–Probolinggo juga dikabarkan sudah bisa dipakai untuk mudik lebaran. Kepala Sub Bidang Operasional dan Pemeliharaan II Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Joko Santoso mengatakan pihaknya telah menyiapkan pengumuman daftar tarif Tol Trans Jawa bagi para pemudik. “Kalau [perjalanan] enggak keluar tol dari Jakarta ke Probolinggo biayanya Rp727.500,” katanya saat ditemui Tirto.

Dia juga menambahkan, tarif untuk rute tol Jakarta–Semarang pada mudik lebaran 2019 ini sebesar Rp349.000, dan tarif rute tol dari Jakarta ke Solo Rp426.000. Sedangkan untuk tol Jakarta-Surabaya ialah Rp675.500.

Ia juga mengingatkan kepada para pemudik untuk mengisi e-money dengan saldo yang cukup, sebelum melintasi Tol Trans Jawa. Sebab antrean di pintu tol diprediksi akan lebih panjang, terutama saat musim mudik lebaran. “Sebaiknya isi dulu [e-money] sebelum mudik. Karena itu [antre] akan menyebabkan kemacetan,” tambah Joko.

Infografik Tarif tol trans jawa
Infografik Tarif tol trans jawa. tirto.id/Quita


Lantas bagaimana dengan biaya BBM untuk perjalanan mudik? Mengambil ilustrasi bahwa sebagian besar mobil yang dipakai untuk mudik adalah MPV dengan kapasitas tujuh penumpang, yang biasanya dipilih adalah kendaraan berkapasitas 1.500 cc sekelas Toyota Avanza.

Menurut tes jalan yang pernah dilakukan GridOto, Toyota Avanza lansiran 2019 mampu mencatatkan konsumsi bahan bakar 13,1 km/liter untuk rute dalam kota dan 17 km/liter di rute tol. Artinya, untuk menempuh jarak sejauh 840 km (Tol Cawang–Probolinggo), Avanza butuh BBM sebanyak 49,4 liter.


Dalam pengetesan itu BBM yang dipakai adalah jenis Pertamax yang saat ini dihargai Rp9.850. Setelah dikalikan dengan jumlah BBM yang dibutuhkan, dapat disimpulkan jika Avanza butuh biaya bahan bakar senilai Rp486.705 untuk melintas Tol Trans Jawa ruas Jakarta–Probolinggo.

Jika total biaya BBM ditambah dengan tarif ruas tol tersebut yang saat ini dibanderol sebesar Rp727.500, maka didapat hasil penjumlahan Rp1.214.205 atau dibulatkan menjadi Rp1,3 jutaan.

Angka ini terbilang cukup hemat dibanding moda transportasi lain yang tak bisa sefleksibel kendaraan pribadi. Pasalnya, dalam satu mobil yang bisa membawa hingga tujuh orang, tiap penumpangnya butuh biaya sekitar Rp185.000 saja untuk sekali perjalanan.

Namun yang menjadi catatan adalah metode pengetesan rute tol yang dilakukan berada pada kecepatan rata-rata 90 km/jam. Musim lebaran nanti kepadatan akan meningkat. Jika terjadi macet, maka kecepatan rata-rata bisa turun. Itu artinya, konsumsi bahan bakar bisa lebih boros.

Faktor Penentu

Untuk melintasi Tol Trans Jawa, selain dana yang harus disiapkan, pemudik juga harus memikirkan manajemen waktu perjalanan. Menempuh jarak lebih dari 800-an km dengan waktu tempuh di kisaran 10 jam ternyata bukan hal baik.

Jusri Pulubuhu, pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC) berujar jika mengemudi paling lama idealnya hanya 2 jam. “Bicara soal safety driving, baiknya selama perjalanan istirahat setiap 2 jam. Kecuali ada driver cadangan, tentu bisa saja kalau mau jalan terus,” katanya kepada Tirto.

Istirahat yang dilakukan selama perjalanan bisa diselingi dengan perenggangan agar peredaran darah tetap lancar. Jusri mengingatkan, dalam sehari seorang pengemudi tidak dianjurkan berkendara hingga lebih dari 10 jam. Menurutnya, kemampuan motorik dapat menurun dan hal-hal yang tak diinginkan pun bisa terjadi.

“Orang akan cenderung cepat letih saat melaju dengan konstan di jalan tol. Hal ini karena aktivitas otak lebih datar dan tidak terstimulus karena situasi monoton. Oleh karena itu perlu penyegaran lewat istirahat tiap 2 jam sekali, agar pikiran dan badan bisa refresh kembali,” terang Jusri.

Bagi pemudik, Tol Trans Jawa tentu memberikan berkah tersendiri. Selain bakal memangkas waktu perjalanan, keberadaan tol diharapkan mampu mengurangi kepadatan jalan umum. Meski demikian, di balik kemudahan itu pengguna mobil dituntut mengutamakan keselamatan.

Baca juga artikel terkait MUDIK LEBARAN 2019 atau tulisan menarik lainnya Dio Dananjaya
(tirto.id - Otomotif)

Penulis: Dio Dananjaya
Editor: Windu Jusuf
DarkLight