TNI Siapkan Dua Hercules bagi Mahasiswa Papua yang Mau Balik Studi

Oleh: Andrian Pratama Taher - 11 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
TNI sediakan dua pesawat Hercules on call di Biak dan Jayapura untuk memulangkan mahasiswa yang ingin kembali belajar ke daerah studi mereka.
tirto.id - Komando Daerah Militer (Kodam) XVII Cendrawasih menyatakan sekitar dua pesawat Hercules disiagakan untuk memulangkan mahasiswa Papua yang sudah telanjur kembali ke Papua.

"Kita sudah siap standby on call dua Hercules. Di Biak [satu] dan satu di Jayapura," kata Kapendam Cendrawasih Letkol Eko Daryanto saat dihubungi reporter Tirto, Rabu (11/9/2019).

Eko mengatakan, kebijakan pengembalian mahasiswa Papua dilakukan setelah ada instruksi dari pemerintah pusat untuk mahasiswa Papua yang ingin kembali studi. TNI melakukan pembicaraan dengan pihak kepolisian, gubernur dan beberapa bupati di Papua serta para sekda dan kepala dinas pendidikan daerah.

TNI pun mengajak kepala daerah untuk melakukan sosialisasi agar mahasiswa Papua bisa kembali ke daerah belajar masing-masing.

"Silakan Pemda mengajak masyarakatnya yang memang sedang studi untuk kembali ke kampus di wilayah mereka belajar dengan keterlibatan stakeholder terkait diharapkan, didata dan data ini lah di tujuan ke sini-ke sini kita sesuaikan nanti pesawat utk mengangkut itu," kata Eko.

Eko mengatakan, pihak Kodam, Korem, dan Kodim sudah bergerak untuk mulai mendata. TNI mengajak kembali mahasiswa yang ingin kembali ke daerah belajar masing-masing bila ingin kembali melanjutkan studi. Namun, Eko belum mendapat rincian mahasiswa yang kembali studi, tetapi mereka sudah menyosialisasikan juga kepada publik lewat media.

"Hari ini belum [data mahasiswa yang mau kembali]. Ini sudah kita kerahkan," kata Eko.


Sejumlah mahasiswa Papua yang berada di luar Papua kembali ke Papua dalam beberapa waktu belakangan. Ajakan mahasiswa kembali ke Papua ini ramai setelah Majelis Rakyat Papua (MRP) mengeluarkan maklumat seruan agar seluruh mahasiswa Papua di semua kota studi pada wilayah negara NKRI untuk kembali ke Papua.

Maklumat bernomor 05/MRP/2019 tersebut dikeluarkan sebagai respons aksi rasisme, kekerasan dan persekusi yang dilakukan aparat TNI/Polri dan ormas di asrama Papua yang berada di Surabaya, Malang, Semarang, dan Makassar.

Pada 9 September 2019, beredar kembali maklumat yang disebut berasal dari MRP. Maklumat bernomor 06/MRP/2019 itu menyatakan agar para mahasiswa kembali belajar ke daerah masing-masing. Menkopolhukam Wiranto pun mengklaim, mahasiswa yang sudah kembali menyesal setelah melihat situasi Papua.

"Yang belum kembali [ke Papua], tetap lanjutkan studi. Yang sudah kembali, segera balik lagi melanjutkan studi. Panglima TNI menjanjikan dua Hercules untuk mengangkut adik-adik kembali melanjutkan studi," kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Senin (9/9/2019).

Namun, pihak MRP membantah telah menerbitkan maklumat yang meminta mahasiswa untuk kembali. MRP pun menyatakan belum ada maklumat baru selain maklumat nomor 05/MRP/2019.

"Bukan dari MRP. Itu hoaks!" kata Ketua MRP Timotius Murib kepada reporter Tirto, Selasa (10/9/2019).


Baca juga artikel terkait KONFLIK PAPUA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Maya Saputri
Penulis: Andrian Pratama Taher

DarkLight