TNI-Polri Dicoret dari Satgas Corona, Moeldoko Sebut Tetap Terlibat

Oleh: Andrian Pratama Taher - 23 Juli 2020
Dibaca Normal 1 menit
TNI-Polri tetap terlibat dalam penanganan COVID-19 sesuai dengan tupoksi.
tirto.id - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut TNI-Polri tetap dilibatkan dalam penanganan COVID-19. Ia mengatakan, aparat dikerahkan dalam penanganan Covid-19 sesuai kebutuhan sesuai komando pusat.

"Peran TNI-Polri nanti secara pusat di bawah, kalau tinggal penggunaannya, kalau penggunaannya penyelesaian kesehatan, maka Pak Doni [kepala satgas COVID-19] bisa meminta TNI-Polri. Di daerah para gubernur juga bisa meminta untuk back up," kata Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7).

Sebagai catatan, TNI-Polri tidak lagi dilibatkan sebagai bagian satuan tugas penanganan COVID-19. Dalam Perpres 82 tahun 2020, TNI-Polri tidak menjadi bagian tim pengarah maupun tim teknis. Sebelumnya, TNI-Polri dilibatkan dalam gugus tugas sesuai Keppres Nomor 7 tahun 2020 maupun Keppres 9 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Keppres 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Moeldoko mengatakan, TNI-Polri bergerak berdasarkan undang-undang yang ada. TNI bergerak dengan dasar operasi militer selain perang sesuai pasal 7 UU TNI. "Jadi mau dimasukkan ke gugus tugas atau tidak, begitu TNI diminta sudah otomatis," kata Moeldoko.

Hal senada juga bagi Polri. Tugas dan wewenang Polri tetap melekat walau tidak masuk satuan tugas meski tidak masuk komponen gugus tugas.

"Walau tidak masuk dalam struktur tugas, secara normatif mereka sudah punya patokan undang-undang untuk menjalankan tugasnya. Jadi ngga ada masalah," ujar Moeldoko.

Moeldoko pun menegaskan kembali kalau satgas penanganan COVID-19 tetap di tangan Doni seperti di saat gugus tugas. Ia membantah pemerintah lebih berfokus kepada ekonomi meski ketua komite pengarah dan ketua pelaksana penanganan Corona dipegang menteri berlatar belakang ekonomi.

Moeldoko menegaskan, pemerintah punya sejumlah langkah, sehingga tidak terlalu berfokus kepada ekonomi.

"Itu terwujud dalam program, karena dalam program diikuti oleh anggaran-anggaran yang menyertainya. Ada anggaran kesehatan, untuk sektor bansos ada, untuk sektor ekonomi dan keuangan berbagai insentif dan stimulus disiapkan anggarannya," kata Moeldoko.


Baca juga artikel terkait PANDEMI CORONA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Zakki Amali
DarkLight