Menuju konten utama

TNI Evakuasi Prajurit yang Tewas di Area Proyek Jembatan di Nduga

Satu prajurit TNI meninggal dunia setelah tertembak di area pembangunan jembatan di Nduga, Papua. Jenazah prajurit TNI itu dievakuasi pada hari ini.

TNI Evakuasi Prajurit yang Tewas di Area Proyek Jembatan di Nduga
Lokasi terjadinya pembunuhan di Nduga Papua Barat. Google Map.

tirto.id - TNI mengevakuasi jenazah Prada Usman Hambelo, prajurit yang tewas akibat ditembak kelompok bersenjata di kawasan pembangunan jembatan Sungai Yuguru, Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua.

Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Infanteri Muhammad Aidi menjelaskan evakuasi jenazah korban dilakukan pada Minggu (21/7/2019).

"Pukul 09.36 WIT, Helly Bell 412 HA-5178 dengan Pilot May Cpn Suwardi beserta sembilan orang, berangkat dari Bandara Timika menuju Pos Yuguru," ujar dia ketika dihubungi Tirto, hari ini.

Menurut dia, pada pukul 10.30 WIT, pasukan itu mendarat di Pos Yuguru dan mengevakuasi jenazah korban serta membawanya ke Bandara Timika dengan helikopter.

Setelah pasukan itu tiba di Bandara Timika pada pukul 11.20 WIT, jenazah Prada Usman dibawa menuju Rumah Sakit Mitra Masyarakat, Timika untuk menjalani visum. Kemudian, pada pukul 14.00 WIB, jenazah Usman dibawa menuju Markas Batalion Infanteri 754/ENK untuk disemayamkan.

Kasus ini bermula saat aparat pengamanan pembangunan jembatan Sungai Yuguru, yang sedang istirahat, diserang oleh kelompok bersenjata yang keluar dari semak belukar. Lokasi kemunculan kelompok bersenjata itu sekitar 300 meter dari lokasi peristirahatan prajurit.

"Kejadiannya sangat singkat, serangan dilakukan dengan tembakan rentetan yang muncul dari balik semak belukar secara hit and run. Pelaku diperkirakan 4-5 orang, pasukan TNI berusaha membalas tembakan dan melakukan pengejaran," ucap Aidi.

Tapi dengan pertimbangan keamanan lantaran medan yang tertutup semak belukar dan banyak jurang curam, pengejaran dihentikan. Lantas pasukan berkonsolidasi dan melakukan pengamanan setempat.

Usai pengecekan personel, ternyata Prada Usman diketahui mengalami luka tembak di bagian pinggang sebelah kanan. Lalu pasukan meminta ada evakuasi.

"Satu-satunya sarana angkutan menuju ke TKP hanya dengan helikopter, karena cuaca hujan di wilayah Nduga, proses evakuasi tidak dapat dilaksanakan hingga malam kemarin," kata Aidi.

Akibatnya, pada pukul 14.10 WIT, Sabtu kemarin, Prada Usman akhirnya meninggal dunia karena luka tembak.

Baca juga artikel terkait KELOMPOK BERSENJATA DI PAPUA atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Hukum
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Addi M Idhom