Menuju konten utama

TNI AU Klaim Banyak Peralatannya Sudah Pakai Produk Dalam Negeri

TNI AU mengklaim sudah mulai menggunakan produk dalam negeri seperti seragam mulai dari baju, ikat pinggang, celana dan sepatu.

TNI AU Klaim Banyak Peralatannya Sudah Pakai Produk Dalam Negeri
Tentara wanita Angkatan Udara Indonesia berdiri dalam perhatian selama upacara peringatan ulang tahun ke-56 pasukan di pangkalan udara militer utama di Jakarta Selasa, 9 April 2002. AP / Dita Alangkara

tirto.id - Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Indan Gilang Buldansyah mengatakan, TNI AU di bawah kepemimpinan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo sudah menggunakan produk dalam negeri di sebagian besar peralatan militer yang mereka gunakan.

Hal ini merespons intruksi Presiden Joko Widodo agar TNI dan Polri memprioritaskan memakai produk dalam negeri untuk peralatan militer.

"Saya kira itu sudah kita lakukan, kita sudah ada instruksi ke seluruh satuan untuk memaksimalkan kandungan dalam negeri, sudah kita lakukan sejak beberapa item barang memaksimalkan kandungan dalam negeri ya," kata Indan usai acara soft launching KSAU Award 2023 di Jakarta, Kamis

(16/3/2023).

Indan menegaskan bahwa pengadaan TNI AU sudah direncanakan sejak tahun sebelumnya. Ia mencontohkan, TNI AU sudah mulai menggunakan produk dalam negeri seperti seragam mulai dari baju, ikat pinggang, celana dan sepatu.

"Mungkin untuk hal lainnya saya kira juga banyak konten-konten dalam negeri, sudah menggunakan konten dalam negeri dan sudah ada target besaran persentasenya dan saya kira tni angkatan udara seoptimal mungkin meraih target itu," kata Indan.

Meskipun tidak merinci besaran alokasi anggaran yang dikeluarkan untuk pembelian produk dalam negeri, Indan menegaskan bahwa TNI AU sudah menjalankan perintah presiden untuk membeli produk dalam negeri, terutama dari saat pengadaan lalu dan pengadaan saat ini.

"Sudah sudah. jadi saya kira pengadaan tahun ini yang sudah

direncanakan tahun lalu sudah (berjalan) dan tahun depan dalam perencanaan tahun ini sudah satu target lah," kata Indan.

Presiden Jokowi sebelumnya menyoroti soal pengadaan militer. Ia ingin agar peralatan yang digunakan militer dan penegak hukum mengedepankan produk dalam negeri. Ia hanya membolehkan produk luar negeri yang diimpor hanya produk canggih.

"Kalau yang canggih-canggih silahkan, kalau mau beli pesawat tempur karena kita memang belum bisa, tapi kalau senjata, peluru kita sudah bisa, apalagi hanya sepatu. kenapa harus beli dari luar?" kata Jokowi di acara Business Matching Produk Dalam Negeri di Jakarta, Rabu (15/3/2023).

Baca juga artikel terkait TNI AU atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Hukum
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Bayu Septianto