TKN Sebut Jokowi dan Mega Bertemu Sultan Hb X Bahas Strategi Bangsa

Oleh: Riyan Setiawan - 24 Maret 2019
Sekretaris TKN, Hasto Kristiyanto enggan berkomentar jika pertemuan tersebut membahas soal pemilu 2019. Tapi, Hasto menyatakan jika pertemuan itu berjalan dengan kondusif.
tirto.id -
Tim Kampanye Nasional mengatakan pada Sabtu (23/3/2019) malam Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati bertemu dengan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Pada pertemuan itu, Sekretaris TKN, Hasto Kristiyanto menerangkan mereka membahas terkait persoalan kebangsaan.

"Tadi malam Ibu Megawati Soekarnoputri bersama dengan Pak Sultan Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X dan juga Bapak Presiden kita, Bapak Jokowi juga bertemu di Jogja membahas hal-hal strategis tentang bangsa dan negara," kata Hasto saat di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019).

Namun, dirinya enggan berkomentar jika pertemuan tersebut membahas soal pemilu 2019. Tapi, Hasto menyatakan jika pertemuan itu berjalan dengan kondusif.

"Pertemuan Bapak Jokowi dengan dua tokoh deklarasi Ciganjur dengan semangat demokrasi untuk rakyat tersebut digelar di tempat Sri Sultan Hamengkubuwono X. Sesuatu hal yang juga kondusif positif [Pertemuannya]," kata Hasto.

Diketahui hari ini (24/3/2019) Capres-Cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf akan melakukan kampanye terbuka perdananya di daerah Tanggerang dan Serang, Banten.

Hasto pun menanggapi dengan positif pernyataan Gubernur Banten Wahidin Halim yang mendukung paslon petahana itu.

"Hal yang positif kemudian sama aja [Sri Sultan]," tuturnya.

Diketahui capres-cawapres akan melakukan kampanye terbuka di Zona B. Meliputi daerah Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Politik)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Nur Hidayah Perwitasari