TKN: Isu Jokowi Anti-Islam Masih Kuat di Akar Rumput

Oleh: Felix Nathaniel - 26 Maret 2019
TKN akan berfokus menepis isu Jokowi anti-Islam karena isu itu masih kuat di akar rumput.
tirto.id - Hasil survei Charta Politika mengatakan, isu anti-Islam yang disematkan kepada Capres nomor urut 01 Joko Widodo tidak terlalu menjadi bahan pertimbangan responden untuk memilihnya di Pilpres 2019. Survei ini dilakukan pada 1-9 Maret 2019.

Namun, hal itu dibantah oleh Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Arya Sinulingga. Menurut Arya, TKN tetap fokus kepada isu anti-Islam karena hal itu masih menguat di akar rumput dan menjadi pertimbangan mereka untuk tidak memilih Jokowi-Ma'ruf.

"Yang di bawah itu lebih banyak kepada anti-Islam beliau, makanya kami naikan isu itu, meluruskannya," kata Arya kepada Tirto, Selasa (26/3/2019).

Sementara dengan hasil survei yang mengatakan responden enggan memilih Jokowi karena dinilai sering ingkar janji, menurut Arya itu hanyalah isu yang dibuat-buat. Sebab, Jokowi sudah banyak menuntaskan janjinya.

"Bukti-bukti sudah banyak ya. Jadi itu hanya isu yang diangkat," tegasnya lagi.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menjelaskan hasil survei lembaganya terkait faktor penyebab masyarakat tidak memilih Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Menurut Yunarto, faktor penyebabnya bukanlah soal isu dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang sering disematkan ke Prabowo atau isu anti-Islam yang dituding ke Jokowi.

Yunarto mengatakan, penyebab masyarakat enggan memilih Prabowo adalah karena dinilai tidak memiliki pengalaman memimpin negara. Sementara alasan masyarakat tak mau memilih Jokowi karena dinilai tak bisa dipercaya.

"Jadi kira-kira kalau saya jadi timses Jokowi, ngapain ngomong agama Prabowo, lebih baik fokus ke program kerja Jokowi," kata Yunarto di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2019).


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Alexander Haryanto