Tips Transaksi Aman dan Antisipasi Skimming di ATM

Oleh: Yantina Debora - 21 Maret 2018
Dibaca Normal 1 menit
Nasabah harus perhatikan lokasi ATM. Mesin ATM yang berada di lokasi yang sepi, lebih membuka peluang bagi pelaku untuk melakukan kejahatan.
tirto.id - Kasus skimming marak terjadi dalam sebulan ini. Sejumlah nasabah bank melaporkan bahwa mereka kehilangan dana dari rekeningnya. Misalnya rekening sejumlah nasabah BRI asal Kecamatan Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur, berkurang secara misterius. Padahal, para pemilik rekening mengaku tak melakukan transaksi keuangan apapun.

Nasabah mengadukan kehilangan saldo di rekening berkisar Rp2 juta sampai Rp3 juta. Namun, Kepala Polsek Ngadiluwih AKP Shokib Dimyati di Kediri sempat menyebut, ada juga yang melaporkan kehilangan sebesar Rp5 juta.

Tak hanya nasabah BRI, belasan nasabah Bank Mandiri juga antre mengurus pemblokiran rekening di kantor Bank Mandiri KCP Surabaya Graha Pena, Jawa Timur karena saldo mereka raib secara misterius diduga akibat skimming.

Kepolisian pun melakukan penyelidikan terkait kasus skimming ini. Polda Metro Jaya lalu menangkap sindikat skimming yang membobol saldo nasabah BRI di sejumlah wilayah Indonesia. Polisi membekuk lima pelaku yang terdiri atas tiga warga negara Rumania, seorang warga negara Hungaria, dan seorang warga negara Indonesia (WNI).


Business Development Manager Kaspersky Lab Indonesia, Dony Koesmandarin menjelaskan bahwa skimming adalah teknik untuk menduplikasi data dari kartu, baik kartu debit ATM, credit card, dan sejenisnya.

"Mereka umumnya menggunakan alat untuk membaca data data dari kartu itu yang biasa kita sebut sebagai skimmer," ujar Dony kepada Antara saat dihubungi lewat sambungan telepon di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (21/3/2018).

"Untuk skimming ini umumnya tidak melibatkan malware atau virus, namun lebih ke menduplikasi atau meng-copy data pada kartu," sambungnya.

Agar transaksi di ATM dapat berjalan lancar, Dony Koesmandarin membagikan beberapa tips. Pertama, nasabah harus memperhatikan mesin ATM.

"Saya pribadi, sebelum saya coba memasukkan kartu ATM, di tempat lubang apakah itu real atau tempelan," ujarnya, merujuk kemungkinan mesin ATM ditempeli skimmer.

Tips kedua, nasabah harus perhatikan pula lokasi ATM. Mesin ATM yang berada di lokasi yang sepi, menurut Dony, lebih membuka peluang bagi pelaku untuk melakukan kejahatan.

"Karena, memasang skimmer butuh waktu. Lebih baik di ATM yang ramai atau ATM yang ada di bank pasti aman karena ada security-nya," ujarnya, terkait penempatan petugas satuan pengamanan (satpam), seperti dikutp Antara.


Tidak hanya itu, tips ketiga, nasabah disarankan mengganti kata kunci kartu ATM secara berkala.

"Dia perlu bawa alat skimmer, lalu dihubungkan ke komputer untuk menduplikasi data. Data yang diambil hari ini bisa saja baru dieksekusi besok. Jika Anda mengganti password, maka dia akan gagal menguras uang Anda," ujar Dony, menyinggung kinerja pelaku kejahatan.

Hal terakhir, menurut Dony, usahakan kartu ATM nasabah tidak hanya dilengkapi dengan magnetik saja, tetapi juga lempeng data digital (chip).

Guna mencegah skimming, Bank Indonesia (BI) meminta bank untuk mempercepat migrasi kartu ATM (Debit) dari menggunakan pita magnetik (magnetic stripe) ke teknologi chip. Menurut Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto, teknologi Chip memiliki standar keamanan lebih tinggi.

Kartu ATM pengguna teknologi pita magnetik memang rentan menjadi sasaran aksi skimming di banyak negara. Teknologi chip menjadi salah satu solusi pencegahan sebab lebih sulit digandakan. Tapi, penerapan teknologi chip memerlukan biaya investasi lebih mahal.

Baca juga artikel terkait SKIMMING ATM atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Yantina Debora
Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora