Menuju konten utama

Tips Sebelum Divaksin Covid-19 & Reaksi Usai Disuntik Versi Dokter

Berikut adalah tips dari dokter sebelum menerima vaksin Covid-19 dan reaksi setelah menerima vaksin. 

Tips Sebelum Divaksin Covid-19 & Reaksi Usai Disuntik Versi Dokter
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin COVID-19 Sinovac saat vaksinasi terhadap pejabat pemerintah kabupaten Kepulauan Sangihe di Rumah Sakit Liun Kendage Tahuna, Sulawesi Utara, Senin (1/2/2021). ANTARA FOTO/Stenly Pontolawokang/YU/wsj.

tirto.id - Sebelum menerima vaksin Covid-19 badan dipastikan harus dalam kondisi fit dan bugar. Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi di RS Pondok Indah – Puri Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, Ronald Irwanto.

Menurut dia, yang paling adalah tubuh tidak dalam keadaan demam, batuk, pilek saat hendak menerima vaksin.

"Pastikan Anda siap secara mental, berpikiran positif, dan tetap optimistis. Jika memungkinkan, sangat baik apabila menggunakan pakaian lengan pendek saat divaksinasi untuk mempermudah tenaga kesehatan dalam pemberian vaksin," ungkap Ronald seperti dilansir Antara.

Sementara dokter spesialis paru, Sylvia Sagita Siahaan juga menyatakan hal yang sama. Ia bilang, selain dalam kondisi bugar, mereka yang akan menerima vaksin harus berusia 18 tahun sampai dengan 59 tahun.

"Kita harus tahu dulu apakah kandidat prioritas vaksin atau bukan, punya penyakit penyerta atau tidak, usia 18-59 tahun. Tips khususnya memenuhi kriteria dulu dan saat divaksin kandidat dalam kondisi fit," ujar dia.

Secara umum. Irwan bilang, pemberian vaksin Covid-19 kurang lebih sama dengan vaksin yang lainnya. Caranya, dengan menyuntikkan jarum kecil di daerah deltoid atau otot lengan atas bagian luar.

Biasanya, para penerima vaksin akan diminta untuk menarik lengan bajunya, sesudah itu, barulah tenaga kesehatan akan melakukan sterilisasi dengan cara mengusap daerah yang akan disuntik pakai alkohol.

"Anda kemudian akan diberi aba-aba untuk disuntik, jarum vaksin ditusukan pada daerah deltoid, kemudian vaksin dimasukan. Setelahnya jarum dicabut kembali, disusul dengan usapan alkohol kembali pada daerah yang disuntik tersebut," kata Ronald.

Usai disuntikkan vaksin, para penerima diminta untuk menunggu 30 menit. Ketika itu, petugas kesehatan akan memastikan tidak ada kejadian pasca-imunisasi (KIPI).

Prosedur tersebut biasa terjadi setiap memberikan vaksin, jadi bukan hanya untuk vaksin Covid-19 saja, kata Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Iris Rengganis.

Selain itu, bisa juga terjadi berbagai gejala seperti nyeri bekas suntikan, bengkak dan kemerahan di lokasi suntikan, atau sistemik seperti demam dan sakit kepala. Kemudian, dalam kasus tertentu bisa juga mengalami reaksi alergi.

Namun, tak perlu khawatir karena tenaga kesehatan sudah menyiapkan zat penawar yang disebut Anafilaktik Kit.

Setelah divaksin, kata Ronald, ada bainya untuk istirahat selama satu hari. Jangan lupa untuk memperhatikan apakah ada reaksi lain yang muncul. Kendati demikian, vaksin Covid-19 tetap aman dan tidak menimbulkan kejadian yang berat.

Setelah divaksin, tidak ada makanan khusus atau olah raga tertentu yang dilarang. Para penerima bisa bebas mengkonsumsi makanan dan berolahraga apapun asalkan caranya baik dan benar.

"Jadi jangan takut untuk divaksin, hal ini adalah upaya kita bersama untuk memerangi pandemi COVID-19 ini. Perlu diingat setelah vaksin, kita tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," kata Ronald.

Baca juga artikel terkait VAKSIN COVID-19

tirto.id - Kesehatan
Sumber: Antara
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH